Search
Senin 15 Juli 2024
  • :
  • :

Satelit Indosat akan Melenggang, BRI Dilarang DPR Punya Satelit

MAJALAH ICT – Jakarta. Komisi VI DPR yang membidangi BUMN menegaskan bahwa sebaiknya Bank Rakyat Indonesia (BRI) tidak usah punya satelit sendiri dengan alasan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. BRI disarankan memanfaatkan teknologi yang ada.

Seperti disampaikan Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Lili Asdjudiredja. Upaya kepemilikan satelit , selain sangat mahal, berpotensi menjadi alat politik dan perburuan rente. Menurutnya, saat ini menjelang pemilu 2014, jadi semua usaha untuk memperkuat logistik pemilu diintensifkan. "Mengapa tidak memanfaatkan teknologi yang sudah ada? Kenapa ngotot ingin punya satelit sendiri? Saya kira BRI tidak membutuhkan slot satelit sendiri. Justru Kominfo yang butuh,” tegas Lili.

Ditambahkannya, pihaknya belum menemukan dasar BRI menginginkan slot orbit satelit 150,5 BT yang saat ini digunakan oleh operator telekomunikasi PT Indosat. "Ini kan mau pemilu, kecurigaan banyak pihak pasti muncul, apalagi dalam konteks satelit itu kan pasti banyak uang di sana,” tudingnya.

Sementara itu, Indosat sendiri berkeras untuk tetap dapat meluncurkan satelit Palapa E pada 2016 mendatang. Palapa E akan ditempatkan di slot orbit 150,5 BT. Demikian ditegaskan President Director & CEO Indosat, Alexander Rusli.

Menurut Alex, rencana tersebut telah disampaikan pihak perseroan kepada Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring. "Indosat menyampaikan surat kepada Menteri Komunikasi dan Informatika berisi laporan penandatanganan kerja sama Palapa-E in Orbit Delivery Contract dengan Orbital Science pada tanggal 27 November 2013," katanya.

Dijelaskan Alex, kontrak kerja sama itu merupakan wujud komitmen Indosat untuk melengkapi dan memenuhi persyaratan yang diminta pemerintah sesuai tenggat waktu yang diberikan dan merupakan tindak lanjut rencana Indosat dalam mempersiapkan peluncuran satelit Palapa-E pada tahun 2016. Satelit Palapa-E akan menggantikan satelit Palapa-C2 yang mengorbit di slot 150.5 derajat Bujur Timur (BT). Satelit Palapa-E yang akan dikendalikan dari Stasiun Bumi Jatiluhur ini menggunakan platform Satelit GEOStar-2 dari Orbital Sciences Corporation.

Sementara itu, EVP & GM Orbital Sciences, Michael E. Larkin mengatakan bahwa Orbital Sciences siap mendukung Indosat sebagai pelanggan dalam rencana desain, produksi serta peluncuran satelit yang merupakan proyek yang penting bagi Indonesia. "Dengan seluruh kapasitas yang dimilikinya, satelit GEOStar-2 dari Orbital Sciences adalah solusi optimal guna memenuhi kebutuhan satelit Indosat," katanya.