MAJALAH ICT – Jakarta. Serangan Israel ke Jalur Gaza yang terus meningkat, membuat para peretas juga kian murka untuk menggempur situs-situs pemerintah Israel dalam sebuah operasi serangan cyber #OpSaveGaza. Serangan yang dimotori hacker AnonGhost kini makin menambah jumlah situs Israel yang berhasil dilumpuhkan dalam waktu tiga hari terakhir menjadi 1.500 situs.
Keberhasilan itu disampaikan oleh @YourAnonNews yang mengatakan "+1500 website hacked in 3 days by AnonGhost (Lebih dari 1500 situs telah diretas dalam tiga hari olej AnonGhost-red.)." Selain 1.500 website Israel, kemungkinan maish banyak situs yang juga diretas oleh kelompok hacker lain. Termasuk juga kelompok hacker yang menyatakan telah meretas 82 password yang diyakini merupakan email pada Menteri Israel.
Serangan masih ini juga dipicu ajakan AnonGhost melalui video yang diunggah ke YouTube dimana AnonGhost mengajak seluruh hacker di dunia untuk menyerang Israel dengan melumpuhkan situs dan email yang ada di negara Yahudi. Video tersebut bertajuk "Message to IsraHell and All the World #OpSaveGaza #AnonGhost 11/7/2014" dengan durasi 3 menit 2 detik ini.
Adapun metode yang digunakan adalah sama dengan metode saat hacker Indonesia menyernag beberapa situs Australia menyusul ketegangan antara Pemerintah RI dan Australia terkait penyadapan, November tahun lalu, yaitu dengan pola Distributed Denial-of-Service (DDoS). Dengan metode ini, serangan dilakukan pada waktu yang sama, secara bersama-sama ke tujuan yang sama.

















