Search
Senin 15 Desember 2025
  • :
  • :

Setelah Towernya Dilego, XL Berpeluang Raih Keuntungan

MAJALAH ICT – Jakarta. Fundamental keuangan PT XL Axiata Tbk diperkirakan akan menguat dan akan meraih keuntungan jika proses penjualan menara telekomunikasi berjalan mulus. XL saat ini berkeinginan untuk menjual 2.000-2.500 menara pada semester I/2016.

“Tujuan utama monetisasi menara ini untuk mengurangi utang. Kalau sukses tentunya fundamental dari XL makin sehat,” jelas Direktur Keuangan XL Axiata, Mohamed Adlan bin Ahmad Tajudin. Dikatakannya, perseroan pada tahun ini ingin menekan jumlah utang hingga sebesar Rp.13,29 triliun. Utang tersebut terdiri atas utang jatuh tempo senilai Rp.3,93 triliun dan percepatan pelunasan utang yang mencapai Rp.10,8 triliun.

Rencananya, kata Adlan, seluruh utang jatuh tempo tahun ini akan dibayar dengan kas internal. “Sumber dana untuk percepatan pelunasan utang berasal dari rights issue dan penjualan menara. Ini aksi korporasi masing-masing independen dan tengah berjalan,” ujarnya.

Ditambahkan Adlan, jika tower XL terjual dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS stabil, XL pada tahun ini bisa mencicipi keuntungan. “Kalau semua normal, kita untung tahun ini,” katanya.

Mengenai penjualan menaranya, tender menara tahap II yang tengah dilakukan XL Axiata dikabarkan tak hanya menyajikan persaingan antarpemain lokal, tetapi perusahaan asing pun ikut bersaing. Masuknya pemain asing tak bisa dilepaskan dengan isu perubahan dalam Daftar Negatif Investasi (DNI) bisnis menara yang belum diputus pemerintah.

Dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 39/2014 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal, pemerintah masih menutup kesempatan investor asing masuk dalam bisnis menara dengan hanya mengizinkan investor lokal menguasai 100% saham perusahaan menara. Usulan DNI memang telah masuk ke Presiden sejak Februari 2016, tetapi Peraturan Presiden belum keluar.

Kabar beredar menyebutkan bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika mengizinkan perusahaan asing masuk ke bidang usaha menara telekomunikasi dengan kepemilikan 49% pada 2017.