Search
Rabu 17 April 2024
  • :
  • :

Situs Resmi KPU Sukabumi Diretas Hacker yang Protes Politik Pencitraan

MAHALAH ICT – Jakarta. Situs resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diserang hacker yang menyebabkan situs KPU kpud-sukabumikab.go.id tak dapat dibuka dan berisi tulisan panjang.

Situs KPU Sukabumi ini diretas oleh MDN_Newbie. Adapun tulisannya dengan latar belakang suara berupa lagu dari Iwan Fals "Wakil Rakyat, berisi:

"""Surat Online Untuk Bapak Yg disana :). Politik pencintraan sangat kental hampir satu dasawarsa ini. Kita dibuta akan simbolisasi, imagologi dan berbagai bentuk pencitraan lainnya, membuat rakyat terbuai. Dalam satu kejadian yang memojokkan ditangkis dengan menimbulkan solusi instan agar polesan dan tampilan citra positif dan terancam menimbulkan simpati masyarakat ataupun rakyat. Jangan rakyat terus dibodohi dengan berbagai macam pencitraan yang menyesatkan. Negara ini dibangun bukan berdasarkan pencitraan dan bukan juga dibangun oleh nationalisme sempit para pemangku jabatan. Negara ini hadir diatas ribuan bahkan jutaan nyawa rakyat yang tertindas. Tapi setelah setengah abad lebih merdeka, nasioanlisme itu memudar, Pancasila tidak lagi sakti, Garuda tidak lagi gagah, Merah Putih berkibar dengan resah. Nasionalisme tidak terbangun lagi, merah putih hanya pajangan di tiang-tiang bendera dan lusuh serta tidak berkibar dengan gagah lagi. anak-anak indonesia mempunya hak untuk belajar, meski mereka di perbatasan indonesia ini, tapi apakah bapak tau apa yg mereka alami disana? tidak pak! bapak hanya mementingkan jabatan dan kekayaan,ingat pak nasib indonesia kedepan terletak di pundak mereka, jangan sampai mereka terabaikan,mereka punya hak belajar yg layak,mereka punya prestasi dan semangat yg tak mungkin bapak miliki, yg hanya bisa mengumbar janji janji dan pencitraan :). saya juga menghidupi anda pak, saya bayar pajak. gambar dibawah ni mengingatkan kita bahwa masa depan indonesia terlatak dipundak mereka, tapi gimana nasib mereka setelah ini?

Ketua KPU Kabupaten Sukabumi, Dede Haryadi membenarkan penyerangan tersebut. Ia mengatakan ahli infromasi dan teknologi (IT) yang bekerja untuk KPU sedang memperbaikinya. "Mungkin si hacker ingin curhat saja, tetapi kami tidak ingin memperpanjang kasus ini," tanggap Dede.