Search
Kamis 23 Mei 2024
  • :
  • :

SmartFren Masih Merugi Rp. 2,5 Triliun

MAJALAH ICT – Jakarta. PT Smartfren Telecom Tbk masih merugi sepanjang 2013 lalu. Perseroan tercatat membukukan rugi bersih sebesar Rp 2,534 triliun. Kerugian ini lebih tinggi dibandingkan 2012 yang sebesar Rp 1,562 triliun.

Menurut Direktur Smartfren Antony Susilo, tingginya rugi bersih disebabkan oleh tingginya beban usaha perseroan, sebesar Rp 4,039 triliun. "Beban usaha naik 24,2 persen. Beban usaha tertinggi berasal dari beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi sebesar Rp 1,7 triliun. Beban penyusutan menyumbang 36,6 persen dari total beban usaha," kata Antony.

Ditambahkannya, sisa kerugian berasal dari beban penjualan dan pemasaran, beban karyawan, dan beban umum dan administrasi. "Meskipun demikian, perseroan berhasil meningkatkan pendapatan usaha sebesar 47,2 persen menjadi Rp 2,42 triliun," ujarnya.

Dari laporan keuangan, Smartfren juga berhasil menambah pendapatan dari penghasilan bunga sebesar Rp 13,62 miliar. Sayangnya hal tersebut tidak membantu kinerja keuangan perseroan yang membukukan rugi usaha sebesar Rp 1,611 triliun. Pendapatan usaha diperoleh dari jasa telekomunikasi dan jasa interkoneksi.

Jasa telekomunikasi menyumbang pendapatan paling besar, yaitu 96,2 persen atau sebesar Rp 2,33 triliun. Jasa telekomunikasi terdiri dari layanan data sebesar Rp 1,8 triliun. Sisanya diperoleh dari layanan percakapan sebesar Rp 322,13 miliar, pesan singkat (SMS) sebesar Rp 152,085 miliar, abonemen dan lain-lain. Sisanya didapat dari interkoneksi sebesar Rp 90,67 miliar.