Search
Kamis 23 Mei 2024
  • :
  • :

Soal Buyback Indosat, Telkom Menolak

MAJALAH ICT – Jakarta. Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, Arief Yahya bereaksi terkait rencana buback atau pembelian kembali saham Indosat oleh pemerintah. Menurutnya, saat ini Telkom sudah menguasai seluruh infrastruktur telekomunikasi.

Demikian sampaikan Arief usai menyaksikan "Topping Off" Hotel GranDhika Blok M, milik PT Adhi Karya (Persero), di Jakarta. Yang pasti Telkom menguasai semua infrastruktur telekomunkasi mulai telepon tetap, teknologi seluler, hingga satelit sudah kami kuasai," kata Arief.

Menurutnya, Telkom sebagai entitas bisnis milik negara (BUMN) sudah sangat siap mengembangkan semua layanan kepada masyarakat, termasuk untuk keamanan nasional dengan penguasaan satelit oleh negara. Saat ini Telkom memiliki dua satelit, yaitu Telkom-1 dan Telkom-2, dan sedang dibangun Satelit Telkom-3 yang akan diluncurkan pada tahun 2016. "Negara mutlak harus menguasai satelit," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Arief juga menegaskan bahwa tidak ada rencana Telkom untuk buy back saham SingTel sebesar 35 persen di PT Telkomsel, anak usaha Telkom seperti yang diwacanakan sejumlah pihak jika buy back saham Indosat tidak tercapai. "Tidak ada rencana itu," katanya.

Sementara itu, Telkom sendiri beberapa hari lalu telah menjual kembali 1.075.000.000 saham yang di-buy back pada pembelian kedua. Total nilai saham yang dijual mencapai Rp. 2,85 triliun. Per saham, Telkom menghargai dengan Rp. 2.405.

Demikian diketerangan tertulis yang disampaikan Honesti Basyir, yang saat ini juga memenang posisi PGS VP Inestor Relation. "Tanggal 13 Juni 2014 Perseoran telah berhasil menjual 1.075.000.000 saham yang merupakan treasury stock yang dibeli dalam Program Pembelian Kedua," jelas Honesti.

Adapun saham itu sendiri dijual keempat perusahaan pembeli, yaitu Bahana Securities, Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas dan Credit Suisse Hong Kong. "Bahana Securities, Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas merupakan pihak yang terafiliasi dengan perseroan. Adapun Credit Suisse bukan merupakan perusahaan yang terafiliasi dengan perseroan," tambah Honesti.

Mengenai angka penjual per saham Rp. 2.405, menurut Honesti angka ini tidak lebih rendah dari angka Rp. 1.832 per saham sebagai angka rata-rata ketika Program Pembelian Kedua dijalankan, dan lebih tinggi dari angka rp. 2.330 per saham yang merupakan angka rata-rata harga saham dalam 90 hari terakhir.