Search
Rabu 24 Juli 2024
  • :
  • :

Soal Pemanggilan Tifatul, Kejagung: Kalau Harus Dipanggil Ya Dipanggil

MAJALAH ICT – Jakarta. Pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) masih terus mendalami kasus dugaan kerugian negara dalam proyek pengadaan Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK). Dan saat ini, fokus Kejagung masih ke pihak pengelola MPLIK terlebih dahulu. Mengenai pemanggilan Menkominfo Tifatul Sembiring, Kejagung menegaskan bahwa kalau memang Tifatul harus dipanggil, akan dipanggil dan diperiksa.

Demikian ditegaskan Direktur Penyidikan Tindak Pidana Khusus Syafrudin menyatakan. "Kalau memang harus dipanggil, ya kami panggil," kata Syafrudin. Diungkap syafrudin, pihaknya melihat kasus ini dari hulu sampai ke hilir. Dan fokusnya adalah pengelola layanan terlebih dahulu, yang tidak sesuai kontrak.

Menurut Syafrudin, bukti-bukti yang dikumpulkan sebentar lagi selesai. Namun demikian, Syafrudin tidak mau menjelaskan bukti apa saja yang sudah berhasil dikumpulkan Kejaksaan Agung. 

Tim Penyidik Kejaksaan Agung terus mendalami kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) tahun 2010-2012 yang mencapai Rp. 6 triliun dan melibatkan berbagai perusahaan. Salah satu yang dipanggil adalah Dirut dari PT Geosysy Alexindo Anugerah, yang disebut-sebut memiliki kaitan dengan Telkom dalam pembangunan MPLIK.

Menurut Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Setia Untung Arimuladi kepada Wartawan, total saksi yang dipanggil untuk memperdalam kasus MPLIK berjumlah tujuh orang Saksi. "Tujuh orang Saksi itu, yaitu Sumiati, Hartono, Rochman Susanto, Entis Sutisna, Marjih, Ir. H. Sumarno dari pihak swasta dan Direktur Utama PT. Geosys Alexindo Anugerah dipanggil penyidik pidana khusus," ungkapnya.

Menurut Untung, pemanggilan ini untuk memperdalam kasus dimana Penyidik Kejagung telah menetapkan dua tersangka, yaitu Kepala Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI), Santoso dan Direktur Utama PT Multidana Rencana Prima, Doddy N Achmad. Penetapan kedua tersangka tersebut berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Nomor: 83 dan 84/F.2/Fd.1/07/2013 tanggal 12 Juli.

Selain tujuh saksi, minggu lalu penyidik juga telah menyidik dua saksi dari BP3TI, yaitu Berinatho Herlambang dan Tri Haryanto, Ketua dan Sekretaris Pengadaan Proyek Jasa Akses Telekomunikasi dan Informatika Pedesaan.