Search
Senin 10 Mei 2021
  • :
  • :

#StartUpNation Jadi Upaya Generasi Muda Indonesia Sukses di Dunia Digital yang Kompetitif

MAJALAH ICT – Jakarta. Pada bulan Februari 2018, Badan Pusat Statistik Indonesia melaporkan bahwa jumlah tenaga kerja Indonesia telah mencapai 133,94 juta, naik 1.5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski angka pengangguran terus menurun, bagaimana kita memastikan bahwa tenaga kerja Indonesia memiliki keterampilan yang tepat untuk dapat berkompetisi pada era revolusi industri ini?

Pendidik dan peserta didik telah menyadari bahwa keterampilan digital menjadi hal penting untuk mencapai kesuksesan berkarir dalam masa depan, yang didorong oleh teknologi. Menurut International Communication Union (ITU), 10 juta pekerjaan membutuhkan keterampilan digital yang tinggi, seperti data science, koding, keamanan siber, Internet of Things dan pengembangan aplikasi mobile, yang diprediksi akan tidak terisi, karena perusahaan-perusahaan tidak dapat menemukan individu yang memiliki keterampilan mumpuni.

Studi Microsoft dan IDC pada Februari 2018 menunjukkan bahwa 93% pekerjaan dalam tiga tahun kedepan akan mengalami transformasi digital, dimana 68% pekerjaan akan dialih fungsikan ke sebuah posisi baru dan/atau memerlukan pelatihan ulang untuk siap menghadapi transformasi digital. Meskipun hal ini merupakan transformasi, dan bukan sebuah pengalihan kerja, pelatihan keterampilan digital intensif telah menjadi agenda nasional untuk dapat bertahan menghadapi perkembangan teknologi dan angkatan kerja.

Pelatihan kompetensi guru juga menjadi bagian dari agenda nasional yang dipimpin oleh Kementrian Pendidikan dan Budaya. “Di dunia baru yang didorong oleh teknologi ini, semua generasi muda harus memiliki kesempatan untuk meningkatkan kreativitas, cara berpikir kritis, dan keterampilan menyelesaikan masalah dengan belajar ilmu komputer. Pendorong utama dalam proses ini adalah pendidik. Microsoft ingin memberdayakan setiap orang dan organisasi, termasuk para pendidik dan peserta didik di dunia untuk mencapai lebih banyak hal,” jelas Haris Izmee, Direktur Utama Microsoft Indonesia.

Keterampilan digital sangat penting untuk meningkatkan perekonomian. Bisnis-bisnis yang tidak menggunakan keterampilan ini akan tertinggal. Dengan memahami kebutuhan ini, Microsoft bekerja sama dengan Kementrian Komunikasi dan Informatika untuk menciptakan #StartUpNation dengan menggunakan teknologi untuk memanfaatkan semangat keriwausahaan dan sumber daya manusia kreatif di Indonesia. Didukung dengan sertifikat keahlian dari Microsoft Indonesia, The Digital Talent Scholarship 2018 akan berfokus untuk mencapai dua tujuan: pengembangan keterampilan tenaga kerja dan generasi muda sebagai bukti masa depan. Program ini dimulai dengan kamp pelatihan teknologi yang diselenggarakan selama 3 hari di kantor Microsoft Indonesia dari 13 – 15 September 2018 yang ditujukan untuk 32 dosen dari beberapa universitas terbaik di Indonesia, yaitu: Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Padjadjaran. Program beasiswa ini ini akan berlangsung selama dua bulan dengan pertemuan tatap muka di kampus ITB, ITS, UGM, dan UI, sementara kelas daring Bisnis Digital akan dikelola oleh UNPAD, fakultas Ekonomi dan Bisnis.

“Bersama Kementrian Komunikasi dan Informasi, kami menyusun kurikulum untuk pelatihan ini, berfokus pada keterampilan yang paling mendasar yang sangat penting untuk dibagikan kepada para peserta mulai dari keterampilan teknis, kesiapan berkarir, dan pertumbuhan pola pikir,” tambah Haris. Kami percaya bahwa empat aspek terpenting untuk fokus pada pelatihan ini adalah keamanan siber, data science, administrasi server cloud dan kecerdasan buatan.

Haryati, Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementrian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) menyampaikan pada pidato pembukaannya bahwa program ini akan membantu untuk mewujudkan program “1000 Youth Digital Skills” dari KOMINFO. “Pengembangan Sumber Daya Manusia itu penting untuk mendukung aspirasi Bapak Jokowi untuk memperkuat ekosistem Indonesia yang akan mengarah pada ekonomi yang lebih kuat. Kami bangga dan senang dapat bekerja sama dengan Microsoft untuk mewujudkan program ini dengan 5 universitas terbaik di Indonesia.

“Saat ini, perkembangan komputasi awan semakin cepat, memungkinkan kemajuan besar dalam setiap bidang di industri ini. Dalam peta jalan “Making Indonesia 4.0”, yang diresmikan oleh Kementerian Perindustrian pada bulan April 2018 lalu, Indonesia akan fokus pada peningkatan inovasi industri, dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai salah satu sektor utama. Industri 4.0 didukung oleh 5 kemajuan teknologi utama: Internet of Things (IoT). Kecerdasan Buatan (AI), human-machine interface, robot dan teknologi sensor, dan percetakan 3D.

“Sebagai pemain industri dan perusahaan teknologi, kami memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam peta jalan ini,” tambah Haris.

Tony Seno Hartono, National Technology Officer Microsoft Indonesia juga terlibat sebagai salah satu pelatih. 32 dosen ini diharapkan dapat membagikan keterampilan dan pengetahuan mereka kepada 1.000 peserta didik dari empat universitas negeri agar membantu mereka menjadi tenaga kerja digital yang siap di masa depan. Pada bulan Desember 2018, para peserta didik akan bergabung dengan upacara kelulusan yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo, yang juga akan menandai perjalanan mereka selanjutnya untuk bekerja keras dalammenyebarkan keterampilan digital kepada generasi muda lainnya di Indonesia, serta menciptakan #StartUpNation Indonesia pada tahun 2020. Selain itu, peserta didik terbaik akan mendapatkan kesempatakan untuk mengikuti program Microsoft Certified Professional.

Untuk memberikan konteks pada sesi ini, Tony membagikan proses perkembangan revolusi industri. Revolusi industri Pertama menggunakan air dan tenaga uap untuk memekanisasikan produksi. Sedangkan yang Kedua menggunakan tenaga listrik untuk membuat produksi massal. Sementara itu yang Ketiga menggunakan elektronik dan teknologi informasi untuk mengotomatisasikan produksi. Dan saat ini revolusi industri Keempat sedang melanjutkan yang Ketiga – revolusi digital yang telah terjadi sejak pertengahan abad lalu. Digitalisasi lebih dari sekedar perubahan alat atau perangkat teknologi. Praktik harian, struktur tempat kerja, hubungan pelaporan, interaksi konsumen, dan bahkan persaingan juga berubah. Gangguan ini mengubah cara kita hidup, bekerja, dan bermain.”

“Pertumbuhan perusahaan start-up dan unicorn di Indonesia adalah salah satu kunci yang mendorong ekonomi digital di Indonesia. Untuk menyeimbangi pertumbuhan ini dan untuk memenuhi permintaan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan digital, kami membutuhkan inisiatif semacam ini untuk memberikan dampak nyata bagi tenaga kerja kami,” jelas Haryati Kementrian Komunikasi dan Informatika.

Seraya kita bergerak menuju 2021, kita harus berharap bahwa momentum transformasi digital akan berakselerasi dengan cepat dengan lebih banyaknya perusahaan yang berinvestasi dalam big data, AI, IoT dan pemungkin transformasi digital lainnya agar mencapai keadaan dimana 40% dari total PDB di Indonesia (dan 48% PDB di Asia Tenggara) berasal dari produk dan layanan digital. Oleh karena itu, tenaga kerja yang terampil secara digital akan menjadi suatu keharusan bagi Indonesia untuk memastikan bahwa bangsa kita siap untuk menghadapi era baru.

Sebagai kelanjutan, Digital Innovation Summit juga diadakan pada Jumat, 21 September 2018 di Graha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjajaran yang sekaligus menandai peluncuran Digital Talent Scholarship 2018. Acara ini dibuka dengan pidato oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang menjelaskan kebutuhan kecakapan generasi muda untuk menyambut revolusi digital 4.0. Kominfo melihat perlunya mendorong kualitas generasi muda di bidang-bidang yang paling dibutuhkan perekrut tenaga kerja dewasa ini.

Pendaftaran dapat dilakukan dengan mengumpulkan berkas secara daring melalui situs https://digitalent.kominfo.go.id/. Sasaran ketegori peserta berasal dari lulusan D3/S1, lulusan SMK di Bidang TIK, ASN/TNI/POLRI, dan pelaku industri. Kecuali pendaftar dari lulusan SMK, beasiswa ini terbuka bagi seluruh pendaftar dari disiplin pendidikan apapun. Pelatihan intensif Digital Talent Scholarship 2018 diharapkan menjadi kegiatan yang berkelanjutan dengan jangkauan yang makin luas ke depannya. Kominfo berkomitmen mengembangkan program ini secara lebih masif dengan target 20.000 orang lulusan pada 2019 mendatang.

Agenda dilanjutkan dengan penekanan tombol digital oleh Menkominfo Rudiantara, menggunakan perangkat Microsoft Surface yang diserahkan oleh Presiden Direktur Microsoft Indonesia Haris Izmee. Seremoni ini menandai sinergisme multisektoral untuk mencapai generasi muda Indonesia cakap digital yang berdaya saing.

“Saya pikir kita perlu menyoroti kekuatan dan pentingnya kerja sama dan kolaborasi untuk benar-benar membekali generasi muda kita dengan keterampilan yang tepat agar berkembang di era yang kompetitif ini.”

Microsoft telah memiliki komitmen panjang untuk mentransformasi Pendidikan, terutama dalam membentuk keterampilan digital dan keterampilan non-teknis dari para generasi muda di Indonesia. Peluncuran Generasi Bisa!, sebuah platform yang didukung oleh Microsoft dan dikembangkan oleh YCAB Foundation adalah salah satu dari beberapa inisiatifnya. Fitur-fitur di Generasi Bisa!, sebuah platform yang dapat menghubungkan calon pemberi kerja dengan peserta didik, mulai dari kursus, program pelatihan, lowongan pekerjaan, hingga artikel karir. Micosoft juga telah mendukung Universitas Indonesia dan Universitas Gajah Mada dalam penelitian mereka, dengan memanfaatkan teknologi Microsoft.

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *