MAJALAH ICT – Jakarta. PT INTI terus melakukan pemasangan radio frequency identification (RFID) dalam program Sistem Monitoring dan Pengendalian Bahan Bakar Minyak (SMPBBM) bersubsidi. Hingga awal Agustus ini, INTI telah memasang 352.641 RFID untuk wilayah DKI Jakarta.
Selain itu, perangkat short ranges wireless communication ini juga telah diinstalasi pada 254 dari total 276 SPBU di wilayah Jakarta, 134 SPBU yang sudah online dan 119 SPBU yang telah dinyatakan lulus uji fisik, fungsi, dan kestabilan oleh PT Pertamina.
Dengan kebijakan pembatasan solar bersubsidi dan rencana kenaikan BBM, diyakinkan proyek pemasangan RFID masih berjalan. “Program ini masih berjalan, terbukti dari progress yang terjadi,” tegas Direktur Utama PT INTI Tikno Sutisna. Menurut Tikno, INTI dan Pertamina terus bekerja sama dalam pemasangan perangkat sistem RFID. Sebab, tujuan akhir program ini tidak sekedar menjadi poin aksi korporasi saja, tapi juga merupakan dukungan terhadap pemerintah untuk menyiapkan sistem monitoring dan pengendalian BBM.
Dijelaskannya, sistem RFID ini tidak sekedar mengatur pembelian BBM bersubsidi saja, namun juga sebagai alat mengatur bagi kendaraan yang biasa menggunakan BBM nonsubsidi atau tidak berhak mendapat alokasi BBM bersubsidi agar tetap mengisi BBM nonsubsidi. "Jika dikehendaki pemerintah, sistem ini bisa diimplementasikan juga untuk mengendalikan dan membatasi BBM bersubsidi," pungkasnya.

















