MAJALAH ICT – Jakarta. Lembaga pemeringkat Fitch Ratings menurunkan peringkat kemampuan membayar utang jangka panjang PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) dalam mata uang asing dan lokal ke level Restricted Default (RD). Demikian disampaikan Juru Bicara Fitch, Leslie Tan.
Menurut keterangan Leslie, surat utang 380 juta dolar AS yang jatuh tempo pada Mei 2015 yang dijamin sepenuhnya oleh BTEL juga telah diturunkan ke posisi C. Sementara recovery rating (RR) dari surat utang juga telah diturunkan dari RR4 ke RR5. Dijelaskan Leslie, diturunkannya peringkat Bakrie Telecom ke RR5 telah mencerminkan turunnya enterprise value dari bisnis perusahaan, karena EBITDA 2014 diperkirakan akan turun ke kisaran Rp.600 miliar-Rp.700 miliar.
Ditandaskan Leslie, turunnya peringkat BTEL ke level RD diakibatkan oleh sikap BTEL yang tidak berupaya memperbaiki kegagalannya dalam membayar kupon pada November 2013. Selain itu, lanjut dia, BTEL juga mengupayakan kelanjutan membayar kupon atau tidak adanya pengumuman ke publik terkait pembicaraan restrukturisasi utang dengan kreditur. Karen aitu, katanya, status distressed debt exchange (DDE) sulit dihindari untuk diterima BTEL.
Lebih lanjut Tan mengungkapkan, status DDE akan menyebabkan kerugian besar terhadap pemegang surat utang sejumlah 380 juta dolar AS. Ini dapat dilihat dari kesulitan yang dialami BTEL untuk menambah pelanggan dan meningkatkan rata-rata pendapatan per pelanggan (ARPU) di 2014. Pada Kuartal I-2014,ARPU dari BTEL menurun 19 persen menjadi Rp13 ribu per bulan. Penurunan ini, katanya, dikarenakan adanya upaya perusahaan untuk menaikkan basis pelanggan menjadi 12 juta pelanggan atau lebih tinggi dari jumlah di akhir 2013 yang sebanyak 11,6 juta pelanggan.
Dari semua kondisi, dinilai bahwa BTEL sulit membayar utang dan obligasinya. "BTEL memiliki kemampuan yang rendah untuk membiayai kembali utang bank dan obligasinya. Fitch juga memandang bahwa operator lain atau investor tidak akan mungkin mengakuisisi BTEL, karena teknologi CDMA sudah kehilangan daya tariknya bagi pelanggan," yakinnya.

















