Search
Rabu 18 Februari 2026
  • :
  • :

Surge dan MyRepublic Menangi Lelang Frekuensi 1,4 GHz

MAJALAH ICT – Jakarta. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengumumkan pemenang lelang frekuensi 1,4 GHz. Dari tiga perusahaan telekomunikasi yang bertarung, Surge dan MyRepublic jadi pemenangnya dan Telkom nampaknya belum beruntung.

Surge yang diwakili oleh anak perusahaan, Telemedia Komunikasi Pratama, memenangkan lelang frekuensi 1,4 GHz untuk Regional 1. Sedangkan, Eka Mas Republik yang dikenal dengan merek MyRepublic, berhasil memenangkan pertarungan di Regional 2 dan 3. Dengan berakhirnya seleksi spektrum tersebut, maka Surge menguasai 80 MHz di regional 1 dengan zona 4, zona 5, zona 6, zona 7, zona 9, dan zona 10. Sedangkan, MyRepublic menguasai 160 MHz di regional 1 di zona 1, zona 2, zona 3, zona 8, zona 15, kemudian regional 3 di zona 11, zona 12, zona 13, dan zona 14.

Adapaun Pembagian Regional dan Zona, meliputi Regional 1: Meliputi sebagian besar wilayah Jawa (Zona 4, 5, 6, 7), serta Papua dan Maluku (Zona 9, 10). Regional 2: Meliputi Sumatera, Bali, dan Nusa Tenggara (Zona 1, 2, 3, 8, 15). Regional 3: Meliputi Kalimantan dan Sulawesi (Zona 11, 12, 13, 14)

Meski Komdigi sudah mengumumkan pemenang lelang frekuensi 1,4 GHz, Surge dan MyRepublic baru bisa disahkan setelah melalui masa sanggah. “Sesuai ketentuan dalam Dokumen Seleksi, Peserta Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 1,4 GHz untuk Layanan Akses Nirkabel Pitalebar (Broadband Wireless Access) Tahun 2025 dapat menyampaikan sanggahan hasil seleksi dalam bentuk tertulis melalui surat resmi dengan disertai bukti yang memperkuat sanggahan dan disampaikan secara daring melalui sistem e-Auction paling lambat Jumat, 17 Oktober 2025 Pukul 15.00 WIB,” disampaikan Komdigi.

Dalam hal tidak terdapat sanggahan hasil seleksi, proses seleksi dilanjutkan ke tahap penyampaian laporan hasil seleksi dan penyampaian konsep penetapan pemenang Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 1,4 GHz untuk Layanan Akses Nirkabel Pitalebar (Broadband Wireless Access) Tahun 2025 kepada Menteri Komunikasi dan Digital.

Regional 1

Regional 2

Regional 3