Search
Selasa 18 Juni 2024
  • :
  • :

Tak ada Operator Indonesia yang Tidak Menikmati Dana Investasi Asing

MAJALAH ICT – Jakarta. Isu asing dan non asing mengemuka saat perdebatan setuju tidaknya terhadap penurunan biaya interkoneksi yang diturunkan pemerintah hingga mencapai 26%. Namun, suara keras dilontarkan Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini. Menurutnya, pembahasan interkoneksi tidak relevan dengan mengangkat isu bahwa kebijakan ini menguntungkan asing. 

Dijelaskan Dian, penurunan interkoneksi tak ada hubungannya dengan keuntungan operator asing. Dan, saat ini, diyakininya tidak ada operator seluler di Indonesia yang tidak mendapat siraman dana investasi asing. "Interkoneksi tidak relevan dikaitkan dengan keuntungan bagi operator asing. Tidak ada operator seluler di Indonesia yang tak menikmati aliran dana investor asing. Bahkan Telkomsel, yang diklaim paling Indonesia, sekitar 35 persen sahamnya dikuasai oleh Singapore Telecommunication (SingTel). Hitung saja berapa dividen dari Telkomsel yang dibawa ke Singapura," tegas satu-satunya CEO perempuan di industri seluler ini.

Dian memaparkan,  jika keuntungan Telkomsel pada 2015 sebesar Rp.22,4 triliun, maka diperkirakan negara hanya mendapat Rp.7,4 triliun dan sisanya dibawa Singtel ke Singapura sebesar Rp.7,8 triliun. "Jadi isu interkoneksi untungkan asing tidak tepat. Lebay itu," cetusnya.

Menurut Dian, Telkom Grup, selama 2015 mendapatkan omset sebesar Rp.97 triliun. Sebagai net payer di interkoneksi mengalami minus Rp.0,075 triliun. "Logikanya jika biaya interkoneksi turun, beban yang ditanggung operator pelat merah ini tentu juga akan turun. Bagi kami turun 26 persen itu juga tak memuaskan, tetapi kita butuh kepastian untuk investasi ke depannya. Kita terima itu sebagai sebuah kebijakan," kata Dian.