Search
Selasa 21 Mei 2024
  • :
  • :

TE Connectivity Hadirkan Ethernet Hingga 10 GB/S di Sekolah Pelita Harapan

MAJALAH ICT – Jakarta. TE Connectivity, perusahaan teknologi konektivitas terkemuka, mengumumkan kerjasamanya dengan Sekolah Pelita Harapan International (SPHI), untuk menyempurnakan teknologi pada sekolah barunya yang bertempat di Kemang Village. Teknologi mutakhir TE Connectivity, yakni Quareo Solution dan Office Networks Technology akan memungkinkan SPHI memberikan fasilitas pendidikan yang mampu beradaptasi dengan leluasa terhadap perkembangan infrastruktur pengkabelan hingga 20 tahun mendatang.

Melihat tantangan global terkait sumber daya manusia di masa depan, SPHI memutuskan mengambil langkah inovatif dengan berinvestasi dalam teknologi. Khususnya menanggapi tren Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang berkembang pesat, SPHI mengimplementasikan solusi konektivitas berkendali untuk meningkatkan efisiensi kinerja staf TI dalam mengoperasikan infrastruktur TI sehingga bisa mempersingkat waktu downtime dan menahan pembengkakan biaya operasional. Sekolah baru di Kemang Village tersebut akan menjadi sebuah wadah yang fleksibel dan tanggap terhadap perkembangan dan tantangan mobilitas yang dialami para peserta didik, dikarenakan meningkatnya konsumerisasi bisnis TI pada dunia pendidikan.

Untuk mendukung misi sekolah berstandar internasional tersebut, TE Connectivity menyediakan teknologi pengkabelan terbaru AMP NETCONNECT XGA Cabling System, juga disebut Category 6A, yang memberikan infrastruktur lengkap yang disesuaikan untuk sistem jaringan horizontal dan backbone. Infrastruktur tersebut mampu mendukung aplikasi Ethernet berkecepatan hingga 10 Gb/s serta telah memenuhi semua persyaratan ISO/IEC, CENELEC dan TIA/EIA.

SPHI juga menggunakan solusi Quareo, teknologi tercanggih TE Connectivity dalam physical layer atau layer 1 pada model OSI. Quareo adalah suatu Connection Point Identificationn TechnologyTM yang memberikan kemampuan kendali dan pengawasan penuh terhadap detail-detail pada jaringan serta memiliki tingkat keamanan tinggi.

Dipadukan dengan piranti lunak Infrastructure Configuration Manager(ICM) pada solusi Quareo, SPHI mampu membuat sistem manajemen yang otomatis, akurat, kendali langsung pada physical layer yang dirancang untuk menjelajahi, menemukan dan memetakan semua koneksi pada jaringan. Kemudian secara otomatis melacak dan mencatat semua Pergerakan, Penambahan dan Perubahan (Moves, Adds and Changes; MACs) pada jaringan, secara langsung dari sebuah lokasi terpusat dan memastikan kualitas tertinggi penggunaan portal pada desktop serta menjaga data yang terdapat pada aset fisik. Sistem ini memanfaatkan penuh ruang fasilitas dengan cara menghubungkan data penggunaan setiap lokasi dan konektivitas dan memastikan pengoperasian kerja berjalan efisien

"Teknologi di balik solusi Quareo menunjukkan teknologi konektivitas berkendali paling mutakhir yang ditawarkan oleh TE. Quareo menyediakan ketersediaan yang lebih tinggi untuk jaringan, otomasi yang lebih baik dan kemampuan diagnostik yang telah ditingkatkan bagi SPHI. Solusi ini memangkas waktu downtime, menghemat waktu kerja untuk perbaikan dan penyelesaian masalah pada lingkungan LAN yang rumit di sekolah,” jelas Xavier Lau, Senior Sales Manager, Enterprise Networks Asia, TE Connectivity.

Ke depannya, para staf TI tak perlu lagi mendatangi satu per satu lokasi yang mengalami masalah, karena setiap MACs akan langsung mengirimkan pemberitahuan detik itu juga kepada departemen TI, beserta informasi lengkap mengenai tempat dan jenis kejadian permasalahannya. Piranti lunak ICM Mobile pun telah tersedia dalam bentuk aplikasi ponsel pintar iOS untuk memberikan pengelolaan, detail dan kendali atas Information Transport System (ITS) yang terbaik, dengan adanya fasilitas penjadwalan kerja dan perpesanan langsung antar teknisi pada aplikasi tersebut.

Roma Rampen, kepala departemen ICT untuk SPHI mengatakan, “Tren dalam memberikan fleksibilitas pada ruang kerja seperti ini adalah demi menyongsong lingkungan desktop, bahkan kelas virtual. Seiring meningkatnya virtualisasi, diperlukan manajemen perubahan lebih untuk menangani hal-hal di atas persoalan physical layer. Nantinya, hal ini akan mampu memberikan gambaran lokasi aset-aset fisik secara langsung lewat ‘cloud’. Kemudian kita akan perlu mengetahui pengguna mana yang terhubung dengan suatu alat yang berada di suatu lokasi, serta menciptakan lingkungan aplikasi di mana semua proses itu berjalan mulus dan aman.”

Belum menjadi hal yang umum, ketika sebuah sekolah memilih untuk berinvestasi lewat solusi teknologi kelas tinggi demi mewujudkan sebuah visi ‘sekolah masa depan’. “Visi kami adalah untuk selalu memandang ke depan, dan kami percaya penerapan solusinya juga harus seperti itu,” tambah Roma. “Dengan mengintegrasikan solusi konektivitas berkendali dari TE dengan lingkungan yang telah mengalami virtualisasi nanti, kami akan memperoleh berbagai keuntungan dari lingkungan masa depan untuk sekolah kami saat ini, di antaranya pencatatan aset yang lebih sempurna, keamanan yang lebih terjamin dan pengawasan beban kerja yang lebih ketat bahkan untuk lokasi-lokasi tertentu saja.

Visi tersebut adalah milik sekolah yang bergerak di bawah manajemen Sekolah Pelita Harapan International, yang dikenal luas karena standar pengajarannya yang amat tinggi, serta kurikulumnya yang telah mendapat pengakuan internasional, antara lain dari organisasi International Baccalaureate (IBO) dan Cambridge Programs. 

SPHI adalah sekolah pertama di Indonesia yang mengambil langkah maju dengan menerapkan solusi sedemikian rupa. SPHI juga didukung oleh partner ND&I dari TE, yakni PT. Atlantis Infotama Teknika, yang merupakan pihak integrator teknologi solusi Quareo berlisensi.