MAJALAH ICT – Jakarta. Teknologi digital telah menjadi media baru bagi penyebaran paham terlarang seperti radikalisme dan terorisme. Ketika berbicara tentang lansekap dunia teknologi digital, akan dihadapkan pada problema kaburnya batas-batas fisik antara domestik dan internasional. Demikian dikemukakan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat menjadi Inspektur Upacara Bendera Peringatan Ke-108 Hari Kebangkitan Nasional di Surabaya, Jumat (20/05/2016).
“Setelah sekian lama berdiri sebagai bangsa, ancaman dan tantangan akan keutuhan NKRI tidak selangkah pun surut. Bahkan melalui kemajuan teknologi digital, ancaman radikalisme dan terorisme misalnya mendapatkan medium baru untuk penyebaran paham dan praktiknya,” kata Rudiantara.
Rudiantara menambahkan, masalah ketahanan bangsa yang secara kultural tengah dihadapi bangsa ini adalah berbagai perilaku negatif di kalangan generasi muda. “Munculmya kekerasan dan pornografi yang mengemuka dan memprihatinkan, misalnya. Terjadi pada generasi muda yang sangat belia. Lagi-lagi, medium baru teknologi digital berperan penting dalam penyebaran informasi, baik positif maupun negatif, secara cepat dan massif,” tandasnya.
Chief RA menyakini, ketika berbicara tentang lansekap dunia teknologi digital, akan dihadapkan pada problema kaburnya batas-batas fisik antara domestik dan internasional. “Potensi pergaulan dan kerja sama saling menguntungkan akibat relasi dengan duna internasional tumbuh makin intens tetapi juga sekaligus makin rentan terhadap penyusupan ancaman terhadap keutuhan NKRI dari luar wilayah negeri ini,” ungkap Rudiantara.
Pada Puncak Upacara Bendera Peringatan Harkitnas Ke-108 yang digelar di Halaman Gedung Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Menteri Rudiantara mengajak para pejabat publik untuk menyelenggarakan proses-proses secara efisien. ”Untuk saudara-saudaraku yang diberi Amanat Allah untuk mengemudikan jalannya bahtera pemerintahan. Mari pangkas segala proses pelayanan yang berbelit-belit dan berkepanjangan tanpa alasan yang jelas. Mari bangun proses-proses yang lebih transparan, berikan layanan waktu sesuai jangka waktu yang telah dijanjikan,” imbaunya.


















