MAJALAH ICT – Jakarta. PT Telekomunikasi Indonesia akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang akan diselenggarakan pada 4 April mendatang, di Hotel Mulia, Senayan Jakarta. Salah satu agenda yang diusung adalah pergantian komposisi Dewan Direksi dan Dewan Komisaris perseroan.
Demikian ha tersebut disampaikan dalam undangan Rapat Pemegang Saham Tahunan Telkom. Secara lengkap, ada 6 agenda yang akan dibahas dalam RUPST ini. Pertama adalah persetujuan atas laporan tahunan perseroan tahun buku 2013, termasuk laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris. Kedua, pengesahan atas laporan keuangan perseroan dan laporan tahunan program kemitraan dan bina lingkungan tahun buku 2013, serta pembebasan tanggung jawab anggota Direksi dan Dewan Komisaris.
Kemudian ada juga penetapan penggunaan laba bersih perseroan tahun buku 2013, penetapan remunerasi bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2014. Tak ketinggalan adalah penunjukan kantor akuntan publik untuk memeriksa laporan keuangan perseroan untuk tahun buku 2014 termasuk audit pengendalian internal atas pelaporan keuangan dan penunjukan kantor akuntan publik yang akan memeriksa laporan keuangan program kemitraan dan bina lingkungan tahun buku 2014. dan agenda terakhir, "Perubahan Susunan Pengurus Perseroan," tulis Telkom dalam panggilan RUPST.
Telkom sendiri dalam 2-3 tahun terakhir mencoba melebarkan sayap ekspansi bisnis internasionalnya. Melalui anak usahanya PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin), tahun ini Telkom melanjutkan ekspansi internasionalnya ke Arab Saudi dan Amerika Serikat.
"Program International Expansion (Inex) dengan Telin sebagai kendaraanya akan berlanjut pada tahun ini. Kami akan melangkah lebih jauh lagi setelah bermain di Asia Tenggara. Kita akan masuk ke pasar Timur Tengah dan Amerika Serikat,” ungkap VP Public Relations Telkom Arif Prabowo di Jakarta.
Hingga akhir 2013 lalu, Telin telah beroperasi di Singapura, Hong Kong, Timor Leste, Australia, Malaysia, Myanmar, dan terakhir Amerika Serikat, setelah pada 11 Desember 2013 lalu perusahaan plat merah ini telah mendirikan perusahaan Telkom USA yang bertempat di negara bagian California dan merupakan entitas anak usaha yang 100% sahamnya dimiliki oleh Telin.
Telkom juga juga telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan AL-Lama Group, yang merupakan konglomerat bisnis terpandang di Arab Saudi yang bergerak di berbagai bidang usaha seperti properti, hotel, konstruksi, dan tentunya telekomunikasi, pada tahun 2013 lalu. Jangkauan bisnis AL-Lama mencapai kawasan Timur Tengah dan Afrika. Adanya MoU tersebut menjadikan AL-Lama sebagai rekanan lokal untuk berbagai layanan Telkom Group yang akan dipasarkan di Arab Saudi.
Arif menjelaskan empat pendekatan strategi yang dilakukan Telkom Group dalam mengembangkan sayapnya ke pasar internasional. Strategi tersebut melalui Business follows People, Money, Traffic dan Network.
Masuknya Telkom ke pasar Amerika Serikat, kata Arif, sebagai bentuk implementasi strategi Follow the Traffic. Trafik, khususnya data banyak bermuara di Amerika Serikat, sehingga sangat berpotensi untuk membangun dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu Hub untuk seluruh Asia Tenggara. "Captive market terbesar di Asia Tenggara adalah Indonesia dengan jumlah pengguna broadband yang terbesar," ujarnya.
Arif menambahkan, Telkom tetap akan fokus dengan portofolio Telecommunication, Information, Media, Edutainment, Services (TIMES). Tetapi, tanpa program International Expansion (InEx), Telkom tidak akan mampu tumbuh double digit. Telkom juga harus melakukan ekspansi ke pasar internasional terutama ke negara-negara yang masih prospektif.

















