Search
Kamis 23 Mei 2024
  • :
  • :

Telkom Butuh Penataan di Frekuensi 850 MHz

MAJALAH ICT – Jakarta. Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) sedang mengkaji penataan frekuensi 850 MHz yang saat ini dipakai oleh 4 operator dengan teknologi CDMA. Hasil kajian diharapkan rampung bulan ini untuk kemudian disampaikan kepada Menteri Komunikasi dan Infromatika sebagai bahan pertimbangan mencari solusi melemahnya bisnis telekomunikasi yang menggunakan teknologi CDMA.

Demikian disampaikan Anggota BRTI M. Ridwan Effendi. Menurut Ridwan, penataan ini mutlak diperlukan untuk memfasilitasi operator yang ingin menerapkan teknologi extended system for mobile communication (E-GSM). Skema ini merupakan inovasi memanfaatkan frekuensi CDMA untuk digunakan oleh operator GSM.

Ditegaskan Ridwan, yang membutuhkan penataan terutama adalah PT Telkom. "Yang butuh penataan sebenarnya Telkom agar anak usahanya, Telkomsel, bisa menggunakan frekuensi yang selama ini dialokasi untuk Flexi," jelas Ridwan.

Ditambahkannya, Telkomsel sendiri saat sedang melakukan uji coba frekuensi teknologi E-GSM di Papua. Hanya saja, lanjut ridwan, penerapan E-GSM ini terkendala persoalan teknis. Hal itu karena antara frekuensi Telkom Flexi di 850 MHz dan frekuensi Telkomsel di 900 MHz masih terdapat frekuensi Smartfren.

Untuk itu, ungkap Ridwan, pihaknya akan melakukan penataan menyeluruh. Posisi BRTI saat ini, katanya, masih melakukan kajian terhadap beberapa opsi yang ada untuk mencari solusi menyelamatkan bisnis CDMA yang meredup.