MAJALAH ICT – Jakarta. Guna memajukan industri maritim nasional melalui penyediaan sarana telekomunikasi maritim, PT. Patra Telekomunikasi Indonesia (Patrakom), salah satu anak perusahaan Telkom yang bergerak dalam penyediaan solusi bisnis jaringan telekomunikasi, bekerja sama dengan Perusahaan Bisnis Maritim, menggelar Indonesian Maritime Telecommunication Seminar 2014, di Hotel Grand Melia Jakarta.
Telkom dan Patrakom Bersama Ingin Majukan Broadband Maritim
Kamis, Mei 22 8:49 RedaksiBeritaKomentar Dinonaktifkan pada Telkom dan Patrakom Bersama Ingin Majukan Broadband MaritimLike
Direktrur Innovation and Strategic Portfolio (ISP) Telkom, Indra Utoyo, dalam sambutannya mengatakan bahwa Telkom peduli dan komit dalam membangun solusi informasi dan komunikasi maritim broadband di Indonesia. Ia mengatakan diproyeksikan pertumbuhan revenue maritime masih menunjukkan pertumbuhan yang signifikan terutama untuk layanan fixed satelite service.
Salah satu upaya merealisasikan komitmen pengembangan maritime broadband tersebut adalah dengan mengakuisi Patrakom pada tahun 2013. Ia mengatakan bahwa pengembangan bisnis maritim broadband sudah sejalan dengan strategi bisnis ataupun portofolio broadband dan satelit TelkomGroup.
Sebagai negara Maritim dengan luas lautan sekitar 63% dan memiliki 150 pelabuhan, menurut Indra, saat ini sistem telekomunikasi maritim di Indonesia masih sangat perlu dibangun. "Saat ini ICT services untuk navigasi kapal di indonesia masih sangat terbatas dan pemerintah pun masih baru akan menyediakan sistem tersebut untuk mendukungnya. Selain itu regulasi yang masih lemah untuk mengatur hal ini", ujarnya.
Indra Utoyo melanjutkan maka langkah awal yang diperlukan untuk membangun broadband maritim adalah dengan membangun new ecosystem. Karena dengan adanya ekosistem tersebut akan mempercepat broadband penetration.
"Ada tiga kunci untuk membangun maritim broadband services, yaitu people, process, dan technology. Proses yang diciptakan harus lebih canggih, simpel, dan sangat fleksibel untuk di akses," jelas Indra. "Dan dari segi teknologi kita sudah harus menggunakan Vessel Traffic System (VTS) yang merupakan green technology dimana dapat mengontrol traffic control dan communication systems maritim Indonesia," imbuhnya sebagaimana dilansir dari laman resmi Telkom.
Senada dengan Indra, Presiden Direktur Patrakom, Gatut Awantoro, mengatakan, "Dengan ditunjang keunggulan sistem telekomunikasi dengan menggunakan satelit, ke depan-nya seiring dengan peningkatan Growth GDP Indonesia, maka diperkirakan demand maritime telecommunication akan bertumbuh."
Gatot menjelaskan, kemajuan Maritim Indonesia menjadi sebuah tantangan bagi pelaku bisnis, pemerintah, dan masyarakat, yang menjadi bagian dalam pengembangan solusi kemajuan industri maritim nasional. Industri maritim yang kuat dan berdaulat diperlukan dalam rangka menjamin kelangsungan kedaulatan NKRI, pendayagunaan sumber hayati kelautan, serta bisnis perusahaan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, katanya, dibutuhkan komitmen baik dari pemerintah ataupun stake holder lainnya untuk mempercepat ICT Services untuk maritim di Indonesia.
Previous PostBRTI akan Buka Teknologi Netral, Operator Bebas Pakai Teknologi Apapun
Next PostCanon Raih Dua Penghargaan Electronic City Awards
Berita Terkait
-
NVIDIA Perkuat Edukasi Talenta Digital, Dorong Pemanfaatan AI dan GPU Generasi Terbaru
-
Tren Kripto 2026 Menguat, Otoritas Diminta Waspadai Risiko Sistemik dan Perlindungan Investor
-
Kolaborasi XLSMART – KemenPPPA Rampungkan Program Bunda Pintar 2025 di Bali
-
Telkomsel Bongkar “Momen Emas” Ramadan: Trafik Digital Meledak 87% di Waktu Sahur
-
realme Luncurkan realme C85 5G di Indonesia, Smartphone Waterproof Terbaik Kini Hadir dengan Koneksi 5G
-
Raih Emas IPITEx 2026, Pelajar Indonesia Ciptakan AI Bantu Petani Cek Kesehatan Tanah Lebih Cepat
-
You Play, We Carry: realme Pimpin Prosesi Serah Terima Device Terbesar dalam Sejarah M Series di Opening Ceremony M7
-
Long Weekend Rayakan Isra Miraj 2026, OYO Bagikan Diskon 26 Persen di Indonesia
-
Dukung Transformasi Digital Pendidikan Nasional, PIJAR Sukses Kawal Lebih Dari 85 Ribu Ujian Digital di 31 Provinsi

















