MAJALAH ICT – Jakarta. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dikabarkan diam-diam membeli distributor ponsel dan voucher isi ulang, PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk. Akuisisi ini dilakukan Telkom melalui anak perusahaannya, PIN Indonesia.
Menurut Indo Premier Securities dalam risetnya, aksi korporasi tersebut hanya berdampak kecil terhadap EBITDA Telkom karena operating margin hanya sebesar 4,2% di tahun 2013. Karena Telkom telah menjalin banyak kerja sama TiPhone dikabarkan proses akuisisi dapat menjadi lancar.
Saat ini, TiPhone mengandalkan bisnis penjualan ponsel dan voucher isi ulang yang menghasilkan pendapatan hingga 70% bagi perseroan. Untuk distibusi ponsel, pendapatan hanya sekitar 30-40% saja.
TiPhone juga mempunyai rencana membangun pabrik perakitan ponsel di Pluit, Jakarta, seperti diungkap Presiden Direktur PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk. Lily Salim. Menurut Lily, pabrik ini akan memiliki empat lini perakitan dengan masing-masing lini bisa memproduksi 3.000 ponsel per hari. "Pada tahap awal akan dibangun satu lini lebih dulu," katanya. Untuk pembangunan ini, TiPhone siap menggelontorkan dana sekitar Rp.20 miliar.
Dijelaskan Lily, diharapkan pabrik perakitan ini sudah bisa beroperasi pada kuartal ke-3 tahun ini. Bahkan, TiPhone sesungguhnya juga mengincar produksi yang lebih luas lagi. Seperti smartphone, tablet dan lain sebagainya. Selamai ini, TiPhone bekerja sama dengan Foxconn untuk memproduksi ponsel-ponselnya.
Sebelum TiPhone, Panasonic juga sudah membangun pabrik di daerah Kudus, Jawa Tengah. Indonesia merupakan surga bagi para produsen ponsel mengingat pengguna ponsel sekarang sudah mencapai 272 juta. Bisa dibayangkan, jika dalam setahun sekitar 25% pengguna harus mengganti ponselnya, tentu jumlah yang tidak sedikit untuk diperebutkan ‘kue’nya.

















