Search
Minggu 18 Januari 2026
  • :
  • :

Telkom Flexi Dimatikan, 11,6 Jutaan Pengguna Harus Beli Ponsel Baru

MAJALAH ICT – Jakarta. PT Telekomunikasi Indonesia secara tegas menyatakan akan mengakhiri penggunaan teknologi CDMA untuk layanan Flexi. Pengguna Flexi disebut-sebut akan dipindahkan ke operator anak usaha Telkom lainnya, Telkomsel. Ini artinya, akan ada perubahan penggunaan teknologi dari CDMA ke GSM. Bagi Telkom, jika akan mengalihkan jaringan ke telkomsel, tentu tidak masalah karena perangkat BTS Telkomsel bisa langsung dipakai dengan tambahan frekuensi Flexi, yang dialihkan menjadi extended GSM. Namun bagi pengguna ternyata tidak sesederhana itu.

Pengguna yang tadinya menggunakan ponsel berbasis CDMA harus mengganti ponselnya dengan ponsel baru berbasis GSM. Bukan cuma ponsel, telepon rumah yang menggunakan fixed wireless telephone (FWT) di daerah-daerah yang tidak terjangkau telepon kabel sehingga menggunakan fixed wireless berteknologi CDMA tersebut.

Angka pengguna Flexi juga masih tidak sedikit. Di akhir 2012, disebutkan bahwa pengguna Flexi mencapai 17 juta penngguna. Memang angka ini menurun pada 2013. Walaupun tidak diketahui secara persis angka pengguna Flexi terakhir, namun dikuartal ke-3 2013, angka pengguna mencapai 11,6 juta. Belum jelas apakah pengguna akan mendapat penganti handset atau harus membeli sendiri. Secara total, jika rata-rata handset paling murah sekitar Rp. 500 ribuan, maka secara total konsumen harus mengeluarkan uang untuk membeli ponsel baru mencapai Rp. 5,8 triliun. Nilai yang tidak sedikit tentunya.

Sebagaimana diketahui, Direktur Innovation & Strategic Portfolio Telkom saat hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2014 Telkom mengungkapkan bahwa Telkom tidak akan mengembangkan Flexi lagi. "Kita tidak akan mengembangkan Flexi lagi. Kita akan konsolidasi dengan Telkomsel, dan pengguna flexi akan dipindahkan ke Telkomsel," ungkap Indra. 

Menurut Indra, Telkom melihat bahwa CDMA sudah tidak menarik lagi jika dilihat dari sisi teknologi dan bisnis. Telkom akan mundur menggunakan CDMA karena secara teknologi memang susah tidak mungkin berkembang lagi. "Kita menunggu keputusan regulator. Karena Telkom punya Telkomsel jadi bisa ke arah sana. Tapi bisa saja juga dialihkan ke operator lain," terangnya.