Search
Selasa 21 Mei 2024
  • :
  • :

Telkom Gabung Konsorsium Bangun Kabel Laut Asia Tenggara-Amerika Serikat

MAJALAH ICT – Jakarta. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) melalui anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) bergabung bersama konsorsium untuk membangun kabel laut South East Asia-United States (SEA-US) guna mewujudkan akses internet langsung dari Indonesia dan Asia Tenggara ke Amerika Serikat.

Konsorsium SEA-US ini terdiri atas tujuh perusahaan telekomunikasi global, yaitu PT Telin, Telekomunikasi Indonesia International Inc. (Telkom USA) yang merupakan anak perusahaan Telin, Globe Telecom, GTI Telecom, RAM Telecom International (RTI), Teleguam Holdings (GTA), dan Hawaiian Telcom.

"Selama ini Hub (titik temu trafik internet) di Asia itu ada di Singapura, Hong Kong, atau Jepang. Telkom ingin Indonesia menjadi Hub internet juga untuk kawasan Asia karena punya potensi dari sisi trafik dan pertumbuhan pengguna," demikian disampaikan Direktur Utama Telkom Arief Yahya di sela penandatangan konsorsium kabel laut SEA-US di Jakarta.

Proyek dengan nilai investasi sebesar 250 juta dolar AS atau Rp. 3 triliun ini akan menyediakan tambahan kapasitas sebesar 20Tb/detik, menghubungkan Indonesia dan Filipina ke AS menggunakan teknologi 100G yang mampu menampung permintaan bandwidth antara kedua benua tersebut. Infrastruktur ini mempunyai panjang sekitar 15.000 km yang membentang dari Indonesia ke AS. Kabel laut SEA-US menghubungkan lima area dan teritori, yaitu Manado (Indonesia), Davao (Philippines), Piti (Guam), Oahu (Hawaii, United States), dan Los Angeles (California, United States). 

"Sistem komunikasi kabel laut ini dipastikan mempunyai konektivitas yang stabil dan menjadi satu-satunya sistem kabel laut yang menghubungkan Asia Tenggara dan AS dengan rute yang menghindari wilayah rawan gempa di Asia Timur," katanya.

Proyek SEA-US merupakan kabel laut pertama yang menghubungkan Indonesia bagian timur ke AS, yang tersambung dengan infrastruktur milik Telkom sehingga mampu menyediakan latency yang paling rendah dari Indonesia ke AS dibandingkan dengan sistem kabel laut international lain yang ada saat ini, kata Arif. Arif berharap, saat beroperasi pada tahun 2016 sistem kabel laut SEA-US ini melalui koneksi kabel laut Indonesia Global Gateway (Manado-Dumai) akan terintegrasi dengan sistem kabel laut yang telah dimiliki anak usaha Telkom, Telin, yaitu SEA-ME-WE 5, Asia America Gateway (AAG), South East Asia Japan Cable System (SJC). Selanjutnya, Batam Singapore Cable System (BSCS), Dumai Malaka Cable System (DMSC), Thailand-Indonesia-Singapore (TIS), dan sistem kabel domestik lainnya sehingga akan menciptakan konfigurasi network yang komprehensif dalam menghubungkan Asia, Eropa, USA dan Indonesia.