Search
Selasa 25 Juni 2024
  • :
  • :

Telkom Isi Posisi Direksi yang Kosong karena Ditarik ke BUMN Lain

MAJALAH ICT – Jakarta. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Tahun Buku 2016 yang dilaksanakan di Jakarta menyetujui perubahan Susunan Pengurus Dewan Komisaris dan Dewan Direksi  Perseroan. Perubaha direksi perusahaan ini dilakukan karena beberapa direksi ditarik ke BUMN lain seperti Angkasa Pura II dan Kimia Farma, serta BRI.

Adapun susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi hasil RUPST Tahun Buku 2016 adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama : Hendri Saparini

Komisaris Independen : Dolfie Othniel Fredric Palit

Komisaris : Hadiyanto

Komisaris : Devy W. Suradji

Komisaris : Rinaldi Firmansyah

Komisaris Independen : Margiyono Darsasumarja

Komisaris Independen : Pamiyati Pamela Johanna Waluyo

Komisaris Independen  : Cahyana Ahmadjayadi

Dewan Direksi

Direktur Utama : Alex J. Sinaga

Direktur Keuangan : Harry M. Zen

Direktur Consumer Service : Mas’ud Khamid

Direktur Human Capital Management : Herdy R. Harman

Direktur Network & IT Solution : Zulhelfi Abidin

Direktur Digital & Strategic Portfolio : David Bangun

Direktur Wholesale & Internasional Service : Abdus Somad Arief

Direktur Enterprise & Business Service : Dian Rachmawan

Direktur Utama PT Telkom Alex J. Sinaga menegaskan bahwa kerja nyata yang dilakukan perusahaan merupakan upaya Telkom dalam mendukung cita-cita pemerintah, “Seluruh inisiatif yang telah dan akan terus dilakukan oleh Telkom merupakan upaya untuk mendukung pemerintah dalam membangun ekonomi digital Indonesia, khususnya dalam mewujudkan cita-cita yang telah dicanangkan Presiden RI yaitu menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara,” tegas Alex.

Alex juga memberikan apresiasi kepada para pemegang saham serta stakeholder lainnya atas pencapaian perseroan yang cemerlang di tahun buku 2016, “Atas nama pengurus perseoran, kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pemegang saham, Dewan Komisaris, dan tentunya seluruh karyawan atas kerja keras dan pencapaian kinerja yang sangat memuaskan. Terima kasih atas kepercayaan seluruh stakeholder, terutama pelanggan TelkomGroup serta seluruh mitra yang telah memberikan dukungan kepada Telkom,” kata Alex.

Tetap Fokus Membangun Infrastruktur Broadband

Setelah berhasil meluncurkan Satelit Telkom 3S yang siap beroperasi sejak April 2017, Telkom saat ini juga tengah menyelesaikan pembangunan Satelit Telkom 4 yang diperkirakan akan diluncurkan pada tahun 2018. Dengan kapasitas yang lebih besar, Satelit Telkom 4 akan membawa 60 transponder, terdiri dari 48 C-Band dan 12 extended C-Band.

TelkomGroup saat ini juga sedang menyelesaikan pembangunan kabel laut SEA-US sepanjang 15.000 kilometer yang membentang dari Indonesia ke Amerika. Kabel laut ini menghubungkan lima area dan teritori yaitu Manado (Indonesia), Davao (Philippines), Piti (Guam), Oahu (Hawaii-United States) dan Los Angeles (California, United States). Hingga Desember 2016, progress pembangunan SEA-US sudah sebesar 80%.

Untuk menghubungkan SEA-ME-WE 5 dan SEA-US dengan jaringan domestik, Telkom tengah menyelesaikan Indonesia Global Gateway (IGG) yang terbentang dari Manado ke Dumai sepanjang 5.800 km dan diharapkan dapat selesai pada 2018. Hingga Desember 2016, pembangunan IGG sudah hampir 30%. Selesainya seluruh pembangunan SEA-ME-WE 5, SEA-US dan IGG akan mewujudkan mimpi Indonesia sebagai hub telekomunikasi internasional.

Selanjutnya pada tahun 2017, Telkom menetapkan Capex yang berkisar 23% hingga 25% dari target revenue dengan fokus alokasi bagi infrastruktur fixed dan mobile broadband.