Search
Kamis 23 Mei 2024
  • :
  • :

Telkom Sediakan UmeetMe untuk Dukung E-Blusukan Jokowi

MAJALAH ICT – Jakarta. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menyiapkan layanan UmeetMe untuk mendukung e-blusukan yang akan dilakukan Presiden Joko Widodo. UmeetMe adalah layanan konferensi video terpadu berbasis internet. Saat ini UmeetMe telah digunakan untuk program pembelajaran jarak jauh (long distance learning), komunikasi perusahaan lintas negara, memantau arus mudik saat lebaran, hingga memfasilitasi komunikasi antara tenaga kerja Indonesia (TKI) dengan sanak saudaranya di desa.

"Telkom sangat bangga dapat berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan video conference Presiden RI yang baru dilantik, Bapak Joko Widodo sekaligus menunjukkan kesiapan Telkom dalam mendukung program e-Blusukan Presiden dengan UmeetMe,” ujar Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Muhammad Awaluddin. Menurut Awaluddin, layanan tersebut sesungguhnya juga telah digunakan oleh pemerintah daerah maupun Polri untuk berkomunikasi dengan jajaran dibawahnya hingga bank yang memiliki cabang hingga pelosok daerah atau bahkan di luar negeri.

EGM Divisi Solution Convergence Telkom Achmad Sugiarto mengklaim bahwa layanan UmeetMe dapat menjangkau hingga pelosok desa karena konfigurasinya dirancang agar mudah digunakan. Menurutnya, kelebihan aplikasi ini adalah besaran konsumsi data (bandwith) yang dibutuhkan bersifatnya customable atau adaptif. "Artinya, aplikasi tersebut tetap dapat berjalan di koneksi data rendah dan akan maksimal di bandwith tinggi," ujarnya.

UmeetMe dapat langsung berjalan selama ada kamera/webcam, microphone, perangkat seperti PC atau smartphone, serta koneksi internet. Bahkan, aplikasi tersebut juga dapat diakses melalui perangkat smartphone dan tablet bersistem operasi Android maupun iOS. "Implementasi layanan video conference seperti UmeetMe dinilai sangat cocok untuk menjembatani komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat, karena sesuai dengan karakter Indonesia yang memiliki penduduk besar, kondisi geografis kepulauan, serta akses internet tidak merata," pungkasnya.