Search
Rabu 17 April 2024
  • :
  • :

Telkom Tak Lagi Galau Bangun Serat Optik di Kawasan Timur

MAJALAH ICT – Jakarta. Sempat maju mundur tekrait rencana membangun jaringan serat optik di Kawasan Timur Indonesia, PT Telekomunikasi Indonesia kini telah mantap dan tidak lagi galau membangun jaringan kabel broadband tersebut dengan dimulainya pembangunan Papua Cable System (PCS).

Menurut Direktur utama Telkom Arief Yahya, PCS merupakan bagian dari komitmen Telkom guna menghadirkan konektivitas di kawasan timur Indonesia. "Telkom berkomitmen melalui pembangunan infrastruktur ini agar meningkatkan konektivitas layanan di Indonesia khususnya kawasan timur sehingga penyebaran informasi kepada masyarakat dapat diperoleh secara merata. Ini juga merupakan wujud nyata Telkom dalam menjalankan program Indonesia Digital Network 2015 dan mendukung MP3EI," sambut Arief.

Ground breaking atau dimulainya pembangunan PCS dilakukan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa didampingi oleh Gubernur Papua Lukas Enembe dan Gubernur Papua Barat Abraham Atururi. "Proyek PCS ini terdiri dari dua bagian yakni pembangunan serat optik dikawasan Papua bagian utara melalui Sorong, Manokwari, Biak, Sarmi hingga Jayapura. Sementara dibagian selatan meliputi Fakfak, Kaimana hingga Timika," jelas Arief.

Ditambahkan, dalam pembangunan PCS ini Telkom menggandeng NEC Corporation sebagai vendor jaringan membangun infrastruktur serat optik. Adapun panjang kabel serat optik yang akan terpasang mencapai 2 ribu kilometer, yang terdiri dari kabel darat dan laut. Adapun nilai total investasi sebesar 71,1 juta dolar AS atau sekitar Rp. 787 miliar.

"Pembangunan kabel serat optik ini merupakan bagian dari program Indonesia Digital Network 2015. Telkom berkomitmen membangun jaringan ‘backbone’ berbasis serat optik maupun internet protocol (IP) dengan menggelar 30 node terra router dan sekitar 75.000 Km kabel serat optik. Keseluruhan ini merupakan mahakarya Telkom dan wujud dari persembahan Telkom Indonesia untuk Indonesia. Pembangunan ditargetkan selesai November-Desember 2014," papar Arief.

Jika PCS selesai, ujarnya, masyarakat sekitar bisa mengakses layanan internet dengan kecepatan data hingga 100 Gbps.