Search
Selasa 16 April 2024
  • :
  • :

Telkom Targetkan 20 Juta Rumah Terkoneksi Internet pada 2015

MAJALAH ICT – Jakarta. PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) menargetkan sedikitnya 30 persen dari rumah tangga di Indonesia atau sekitar 20 juta pelanggan sudah terkoneksi akses internet berkecepatan tinggi (broadband) pada tahun 2015.

Demikian disampaikan General Marketing Divisi Telkom Timur, Mulyanta, mengatakan, Telkom ingin mewujudkan koneksi internet berkualitas dengan harga yang kompetitif dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia tak terkecuali yang berada di Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan seluruh kawasan Timur Indonesia, agar mampu bersaing di era global.
 
Menurut Mulyanta, bentuk keseriusan Telkom dalam mendukung digitalisasi Indonesia dibuktikan melalui gelaran program Indonesia Digital Network (IDN) yang terdiri dari Indonesia Digital Ring (Id-Ring), Indonesia Digital Access (Id-Access) dan Indonesia Digital Convergence (Id-Con).
 
ID-Ring adalah pengembangan infrastruktur jaringan transport pada proyek Palapa Ring untuk menghubungkan seluruh jaringan "backbone" berbasis serat optik. Hingga saat ini, Telkom telah mengoperasikan jaringan infrastruktur broadband nasional sepanjang lebih dari 26 ribu kilometer yang terdiri dari serat optik backbone dan regional metro.
 
Bentangan jaringan infrastruktur yang dinamakan IDN 2015 itu mencakup Ring Sumatera sepanjang 6.891 km, Ring Jawa 8.178 km, Ring Kalimantan 4.293 km, Ring Sulawesi dan Maluku Utara 5.422 km, Ring Bali-Nusa 1.490 km, dan Maluku-Papua 25 km.
 
Akhir November lalu untuk menghadirkan konektivitas di Kawasan Timur Indonesia, Tekom juga telah memperuas pembangunan kabel serat optik Papua Cable System (PCS) dengan panjang kabel terbentang mencapai 2.000 kilometer melewati laut dan darat.
 
Proyek PCS ini terdiri dari dua bagian yakni pembangunan serat optik di kawasan Papua bagian utara dengan rute Sorong, Manokwari, Biak, Sarmi hingga Jayapura. Dan di kawasan Papua bagian selatan yang meliputi Fakfak, Kaimana hingga Timika. Dengan nilai investasi sebesar 71,1 juta dolar AS, pembangunan proyek ini ditargetkan selesai pada November-Desember 2014.
 
Pembangunan kabel serat optik ini merupakan bagian dari program Indonesia Digital Network 2015. Telkom berkomitmen membangun jaringan ‘backbone’ berbasis serat optik maupun internet protocol (IP) dengan menggelar 30 node terra router dan sekitar 75.000 Km kabel serat optik. Semuanya ini merupakan mahakarya Telkom dan wujud dari persembahan Telkom Indonesia.
 
"Untuk optimalisasi layanan, Telkom telah membentuk Divisi Broadband dan Divisi Wireless Broadband yang didukung oleh pendirian entitas bisnis baru, yakni PT Telkom Akses," ujarnya dalam laman resmi Telkom.
 
Selain pengembangan jaringan serat optik, Telkom juga akan menyebar lebih kurang tiga juta akses internet tanpa kabel (WiFi) di seluruh Indonesia untuk merealisasikan program digitalisasi.
 
Telkom terus berkomitmen dalam mewujudkan masyarakat digital Indonesia, dan akan terus melakukan pengembangan jaringan "broadband" dalam rangka menghadirkan akses informasi dan komunikasi tanpa batas, serta  bagi seluruh masyarakat Indonesia.