MAJALAH ICT – Jakarta. PT Telekomunikasi Indonesia akhirnya menunjuk produsen satelit asal Prancis-Italia, Thales Alenia Space, untuk membangun satelit Telkom 3 Pengganti, dimana satelit Telkom 3 sebelumnya gagal mencapai orbit dalam perjalanan peluncuran menggunakan roket yang diluncurkan dari Baikonur, Kazakhstan dua tahun lalu. Roket milik pemerintah Rusia Proton-M pembawa satelit hanya mencapai ketinggian maksium 5.014 km dari ketinggian 36 ribu km yang seharusnya.
Telkom menargetkan pembangunan satelit Telkom 3 Pengganti mulai dikerjakan pada tahun depan. Sehingga peluncurannya dapat berlangsung di 2016. Saat ini, Telkom sedang emncari kendaraan peluncur satelit serta pihak asuransinya
Menurut Arif Prabowo, Vice President Public Relation Telkom, investasi yang dibutuhkan telkom untuk meluncurkan satelit ini adalah 200 – 250 juta dolar AS atau sekitar Rp. 2,3 – 2,9 triliun. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Telkom juga berusaha mencari pendanaan eksternal. "Sepertinya sindikasi, karena kebutuhan dananya besar,” ujar Arif yang tidak mengungkap berapa besar porsi investasi masing-masing, dari internal dan eksternalnya.
Meski tidak mencapai orbit, Satelit Telkom-3 yang dibangun oleh ISS-Reshetnev berkapasitas setara dengan 42 transponder (setara 49 transponder @36MHz), terdiri dari 24 transponder @36MHz Standart C-band, 8 transponder @54 MHz Ext. C-band dan 4 transponder @36 MHz + 6 transponder @54 MHz Ku-Band, tetap mendapat penggantian dari asuransi secara penuh.

















