Search
Kamis 23 Mei 2024
  • :
  • :

Telkomsel akan Tetap Perkasa, Sulit Dikejar XL

MAJALAH ICT – Jakarta. Rencana merger PT XL Axiata (XL) dengan PT Axis Telekom Indonesia (AXIS) akhirnya mendapatkan persetujuan dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Banyak pihak mengkhawatirkan bahwa Telkomsel yang sahamnya 65% dimiliki Telkom dan 35% dimiliki Singapore Telecom (Singtel) akan digeser dan dikalahkan oleh XL. 

Menanggapi hal itu, Anggota BRTI M. Ridwan Effendi menegaskan bahwa dengan kondisi jumlah pelanggan Telkomsel yang jauh 2 kali lipat dari XL, dimana Telkomsel ini memiliki 131,5 juta pengguna, Telkomsel akan tetap perkasa dan sulit dikejar oleh XL. "Untuk bisa mengejar Telkomsel, apalagi di masa pelanggan sudah penuh, maka untuk menambah jumlah pelanggan hanya bisa melalui akuisisi pelanggan operator lain. Sedangkan mengakuisisi pelanggan lebih sulit daripada membentuk pasar baru di daerah baru, sehingga XL butuh waktu bertahun-tahun lagi untuk bisa menyalip jumlah pelanggan Telkomsel," katanya. 

Sementara mengenai frekuensi yang dialokasikan kepada XL akan sama dengan Telkomsel, ditegaskan bahwa jumlah frekuensi yang dimiliki tak berkorelasi dengan dengan peningkatan jumlah pelanggan, bahkan bisa-bisa malah mubazir, karena frekuensinya tidak optimal digunakan. Frekuensi yang kurang optimal tersebut bisa jadi malah menjadi beban perusahaan dalam membayarkan biaya hak penggunaan (BHP) frekuensinya.

Dikatakannya, operator dengan jumlah frekuensi yang makin besar juga memiliki keuntungan dalam hal efisiensi jaringan yaitu bisa membuat BTS dengan jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan yang memiliki frekuensi lebih kecil. "Akan tetapi di dalam perencanaan jaringan, jumlah frekuensi menjadi salah satu parameter yang diperhitungkan untuk mendukung trafik makimum yang diasumsikan akan terjadi. Trafik maksimum ini berhubungan dengan jumlah pelanggan dan pola statistik pelanggan dalam berkomunikasi," tandas Ridwan.