Search
Minggu 18 Januari 2026
  • :
  • :

Telkomsel dan Indosat Tidak Ingin Terburu-buru Gelar 4G LTE 1800 MHZ

MAJALAH ICT – Jakarta. Pita frekuensi 1.800 MHz disinyalir menjadi frekuensi pilihan utama untuk menggelar teknologi LTE (long term evolution). Di Indonesia, beberapa operator siap menggelar LTE di 1.800 MHz dan ingin segera ada kebijakan mengenai teknologi netral di frekuensi tersebut. Namun, ternyata Telkomsel dan Indosat menyatakan tidak ingin terburu-buru menggelar LTE.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos Informatika Kementerian Kominfo Muhammad Budi Setiawan. Menurutnya, kebijakan frekuensi 1.800 MHz akan keluar setelah penataan frekuensi 800 MHz. Dan, katanya, semua operator sepakat, frekuensi ini harus ditata ulang terlebih dulu sebelum nantinya dialokasikan untuk 4G LTE menggunakan teknologi netral. "Setelah 800 MHz selesai akan diikuti dengan penataan 1.800 MHz untuk kelanjutan 4G LTE. Di 1.800 MHz ekosistemnya lebih luas. Kami sudah panggil seluruh penyelenggara. Semua sepakat ditata dulu. Tapi yang ingin cepat-cepat ya XL dan Tri. Sementara Indosat dan Telkomsel tak mau buru-buru," katanya

Dijelaskan oleh Wakil Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) ini, Tri ingin buru-buru menggelar 4G LTE karena dua blok frekuensinya 10 MHz ada di paling kanan, sehingga tak banyak terpengaruh dengan penataan ulang frekuensi. "Sementara XL juga bisa lebih cepat gelar LTE setelah frekuensi yang sebelumnya ditempati Axis jadi milik XL setelah digeser nanti," katanya.

Menurut Budi, pemerintah dalam menyambut penataan 1.800 MHz menekankan perlunya kesepakatan semua oeprator dulu dan meminta operator memperhatikan nasih dari pengguna yang masih menggunakan teknologi ponsel 2G. "Semua operator seluler yang ada harus sepakat dulu. Mereka harus duduk bersama. Selain itu mereka harus perhatikan nasib pelanggan 2G existing," tandasnya.