Search
Kamis 23 Mei 2024
  • :
  • :

Telkomsel Disorot Soal Lelang Agency Media Rp. 460 Miliar yang Tidak Transparan

MAJALAH ICT – Jakarta. Dunia menyoroti lelang yang dilakukan Telkomsel untuk memilih partner agen medianya yang dinilai tidak transparan. Seperti diungkap Campaign Asia-Pacific melalui situs www.campaignasia.com dalam tulisannya bertajuk "Controversy Surrounds Telkomsel’s Media Pitch."

Dalam tulisan tersebut diungkapkan bahwa mengenai kontroversi pemilihan OMD sebagai pemenang lelang senilai 40 juta dolar AS atau sekitar Rp. 460 miliar. Lelang sendiri diikuti juga oleh pemain lain seperti Carat, UM dan Mediacom. Proses lelang yang melalui e-auction ini dinilai tidak menyenangkan peserta lelang lainnya. Sementara untuk keluar dari lelang, peserta dikenakan biaya penalti 50 ribu dolar AS atau sekitar Rp. 575 juta, dan jika jika pemenang lelang mundur akan dikenakan penalti sebesar 100 ribu dolar AS atau Rp. 1,15 miliar.

"Lelang ini memberikan pesan buruk pada para pemain di industri ini," kutip Campaign Asia-Pacific dari sebuah sumber. Diungkapkannya, Telkomsel merupakan klien yang sangat signifikan di Indonesia. Karena itu, beberapa agency bersedia menawarkan dengan harga yang agak murah untuk memperkuat posisi di pasar. Namun ternyata proses lelang sendiri juga memperhatikan faktor teknis. Ketidaktransparanan inilah yang disesalkan.

Lelang ini sendiri terdiri atas dua tahap. Pertama, peserta tender diminta untuk menyerahkan data perusahaan termasuk profil, rekam jejak dan pengalaman pekerjaan yang pernah dilakukan. Kemudian, para agency diminta kepemimpinan pemikiran mereka melalui studi kasus tentang perencanaan media yang efektif. Agency terpilih terpilih melanjutkan ke sesi pengenalan dan RFP.

Sementara itu, Rizky Muhammad, GM Media Channel Management Telkomsel kepada media yang sama mengatakan bahwa proses lelang dilakukan secara ketat oleh R3. "Agency yang terpilih diidentifikasi berdasarkan nilai teknis, diikuti dengan evaluasi komersial dan proses e-auction pada akhir proses," katanya. Dan ditegaskan, penilaian teknis lebih besar daripada komersial. "Agency dengan komersial terendah tidak selalu menang karena nilai keseluruhan juga ditentukan oleh rencana teknis," katanya sebagaimana dikutip dari Campaign Asia-Pacific.