Search
Rabu 19 Mei 2021
  • :
  • :

Telkomsel Memimpin dalam Pengunggahan dan Pengunduhan 4G, Smartfren Membuntuti

MAJALAH ICT – Jakarta. Telkomsel memenangkan penghargaan kecepatan pengunduhan dan pengunggahan 4G OpenSignal, dengan rata-rata 12,9 Mbps dan 7,3 Mbps untuk masing-masing kategori. Meski begitu, dalam pengunduhan 4G, Smartfren telah melakukan lonjakan besar sejak laporan terakhir OpenSignal. Kecepatan rata-rata LTE operator ini meningkat 44% menjadi 9,8 Mbps dalam pengukuran kami, melonjak melewati XL ke urutan dua.

Dalam laporannya, laporan OpenSignal terbaru menyebut bahwa jangkauan LTE di Indonesia yang mengesankan masih terus tumbuh selama enam bulan terakhir. Empat dari lima operator Indonesia menunjukkan peningkatan dalam metrik ketersediaan 4G sejak laporan terakhir kami. Satu-satunya pengecualian adalah Telkomsel yang menunjukkan skor ketersediaannya tetap sedikit di bawah 70%.

Penutupan jaringan 3G Smartfren telah selesai pada periode laporan ini, sehingga hanya menyisakan 4G dalam layanan data selulernya. Kinerja penyedia ini mengagumkan, memenangkan penghargaan ketersediaan 4G untuk kedua kalinya berturut-turut. Hal tersebut, ditambah dengan pertumbuhannya dalam kecepatan 4G, memungkinkan Smartfren untuk mengungguli Telkomsel dalam metrik kecepatan keseluruhan.

Untuk laporan ini, OpenSignal memeriksa 11,7 miliar pengukuran dari 1.235.257 peranti seluler untuk meneliti pengalaman 3G dan 4G yang ditawarkan oleh lima operator utama di Indonesia: 3 Hutchison (Tri Indonesia), Indosat Ooredoo, Smartfren, Telkomsel, dan XL Axiata. Selain menganalisis metrik kami di tingkat nasional, kami memperluas analisis metro kami untuk Indonesia dengan menyertakan dua kota baru di luar Jawa. Mari kita mulai dengan metrik yang memiliki momentum paling besar: Ketersediaan 4G.

Jangkauan 4G Terus Tumbuh

Empat dari lima operator nasional di Indonesia menunjukkan peningkatan skor ketersediaan 4G sejak laporan terakhir. Singkatnya, ini berarti konsumen memiliki akses yang lebih luas ke koneksi 4G dibandingkan enam bulan yang lalu. “Kami mencatat pertumbuhan terbesar dalam ketersediaan di jaringan 3, lonjakan lebih dari 4 poin persentase, tetapi Indosat, Smartfren, dan XL menunjukkan peningkatan sedikitnya 2 poin persentase dalam skor mereka. Smartfren masih menjadi pemimpin terdepan dalam kategori ini, menunjukkan statusnya sebagai penyedia hanya 4G. Smartfren memimpin dengan selisih 9-poin-persentase dibandingkan saingan terdekatnya dalam metrik ketersediaan 4G kami, tetapi operator lain berhasil mempersempit selisih ini. 3 telah melampaui batas ketersediaan 80% dalam pengukuran kami, sementara XL melampaui ambang batas 75%,” terang OpenSignal.

Satu-satunya operator yang tidak mengalami peningkatan jangkauan LTE adalah Telkomsel, dengan ketersediaan 4G-nya masih bertahan di bawah 70%. Akibatnya, Telkomsel menduduki urutan terakhir dalam peringkat ketersediaan 4G kami. Meski kinerja operator ini kurang baik dalam hal ketersediaan, namun unggul di kategori-kategori OpenSignal lainnya.

Dalam dua laporan berturut-turut, Telkomsel jauh lebih unggul dibandingkan para pesaingnya dalam pengukuran kecepatan pengunduhan 4G kami. Kecepatan rata-rata pengunduhan yang diujinya, yaitu 12,9 Mbps lebih dari 20% lebih cepat daripada saingan terdekatnya. Ini berarti, Smartfren telah melakukan peningkatan kecepatan 4G yang mengesankan sejak laporan bulan Desember. “Rata-rata pengunduhan LTE-nya yaitu 9,8 Mbps memungkinkannya melampaui XL ke urutan kedua dalam pengukuran kami. Hasil kami menunjukkan bahwa kecepatan pengunduhan 4G Indosat juga mengalami peningkatan, tetapi kecepatan pengunduhan 3, Telkomsel, dan XL turun selama enam bulan terakhir. Dalam skema global, semua operator Indonesia masih jauh di bawah rata-rata pengunduhan 4G global yaitu 16,9 Mbps,” tulis OpenSignal.

Telkomsel tidak hanya menduduki puncak peringkat kecepatan pengunduhan 4G, tetapi juga berada di urutan pertama dalam kecepatan pengunggahan 4G dan pengunduhan 3G. Rata-rata pengunggahan 4G Telkomsel yaitu 7,3 Mbps, lebih dari 2 Mbps lebih cepat daripada rata-rata XL dan 3 dalam pengukuran kami, dan lebih dari dua kali lipat lebih cepat dari Indosat dan Smartfren. Karena konsumen seluler Indonesia lebih cenderung ke pembuatan konten (seperti berbagi video) dan kurang mengonsumsi konten (menjelajahi web), pengunggahan 4G menjadi metrik yang sangat penting. “Dalam kategori pengunduhan 3G kami, Telkomsel kembali mengungguli dengan mudah para pesaingnya. Rata-rata pengunduhan HSPA-nya, yaitu 5 Mbps, tidak hanya lebih dari 2 Mbps lebih cepat daripada skor pesaingnya dalam pengukuran kami, namun kecepatan ini juga hampir satu megabit lebih cepat dari rata-rata global yaitu 4,1 Mbps.”

Satu-satunya kategori kecepatan yang tidak dimenangkan oleh Telkomsel adalah kecepatan pengunduhan keseluruhan, yang mengukur kecepatan harian biasa yang dialami pengguna di jaringan data seluler operator mereka. Dalam metrik ini, Telkomsel terbebani oleh lambatnya ketersediaan 4G, sementara Smartfren dibantu oleh ketersediaan 4G yang unggul dan peningkatan kecepatan 4G. “Hasil kami menunjukkan bahwa Smartfren menggeser Telkomsel di urutan pertama dalam peringkat kecepatan keseluruhan dengan rata-rata pengunduhan 9,8 Mbps dibandingkan dengan rata-rata pengunduhan Telkomsel 8,4 Mbps. Kami benar-benar mulai melihat perubahan dinamika teknologi di Indonesia sedang terjadi. Akhir tahun lalu, Smartfren menutup sepenuhnya jaringan 2G dan 3G-nya, menyisakan LTE sebagai satu-satunya opsi untuk layanan seluler. Sebagai konsekuensinya, Smartfren membangun jejak 4G untuk mencakup tempat-tempat yang sebelumnya dilayani jaringan CDMA. Meskipun Telkomsel memiliki kecepatan 3G dan 4G yang lebih tinggi dalam pengukuran kami, namun Smartfren mampu menyediakan koneksi 4G lebih sering kepada pengguna kami, yang pada akhirnya memberikan keunggulan dalam hasil kecepatan keseluruhan kami.”

Dua metrik terakhir kami juga diungguli oleh Telkomsel. Latensi mengukur waktu respons jaringan – semakin rendah skornya, halaman web lebih cepat dimuat dan semakin sedikit kelambatan yang dialami dalam aplikasi komunikasi waktu nyata, seperti obrolan video. Telkomsel memenangkan penghargaan latensi 4G kami dengan waktu respons 43,5 milidetik, serta penghargaan 3G kami dengan latensi 81,2 milidetik.

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *