MAJALAH ICT – Jakarta. Operator seluler terbesar di Indonesia, Telkomsel, berhasil memperlebar jarak dari para pesaingannya setelah menambahkan 12 juta sambungan ponsel untuk mengambil total menjadi 152 juta, dan pada kuartal pertama tahun ini, dan juga menjadi pemimpin pasar 4G LTE.
Pesaing terdekatnya, Indosat, dengan pasar sekitar 20 persen mendapatkan kurang dari tujuh juta tambahan pengguna baru pada tahun 2015, dengan memberikan total 69 juta sambungan seluler. XL Axiata disebut-sebut kehilangan sepuluh juta pengguna dan mengakhiri tahun dengan 41 juta pengguna, dan mmendorongnya jatuh ke posisi nomor empat di bawah Hutchison 3 Indonesia.
Telkomsel, yang memiliki pangsa pasar 45 persen, juga berencana untuk berinvestasi lebih banyak dalam jaringan dari pesaingnya< seperti diungkap Fitch Ratings. Telkomsel menganggarkan belanja modal untuk 2016 adalah Rp.13 triliun dengan 80 persen diperuntukkan bagi penggelaran jaringan, sementara Indosat dan XL akan masing-masing akan menghabiskan kurang dari Rp.8 triliun.
Fitch mengatakan bahwa Telkomsel memiliki lebih dari 103.000 BTS pada akhir 2015, dengan hampir 54.000 site 3G/4G, dibandingkan dengan Indosat dan XL yang memiliki kurang dari 56.000 jumlah masing-masing site.
Dengan investasi dan cakupan yang luas memungkinkan Telkomsel untuk meluncurkan layanan LTE di 100 kota dan menambahkan sekitar 1,3 juta pengguna 4G di Q1, dengan memberikan total 3,5 juta, yang tentunya melewati Indosat dan XL Axiata, yang masing-masing memiliki tiga juta dan 3,4 juta koneksi 4G, sesuai dengan data GSMA Intelligence.


















