Search
Kamis 23 Mei 2024
  • :
  • :

Telkomsel Tegaskan Perlunya Tata Ulang Frekuensi 1800 MHz Sambut LTE

MAJALAH ICT – Jakarta. Sebelum akan dimulainya implementasi teknologi generasi ke-4 (4G) dengan teknologi Long Term Evolution (LTE), Telkomsel sebagai operator nomor satu di Indonesia menegaskan perlunya pemerintah untuk menata ulang frekuensi 1800 MHz yang saat ini dalam posisi tidak contigous (berdampingan). Bagi Telkomsel, jika tidak ditata ulang, maka posisi Telkomsel dinilai tidak adil.

Demikian disampaikan Vice President Technology and System, Ivan Cahya Permana. Dijelaskan Ivan, posisi blok di spektrum 1.800MHz perlu ditataulang karena selain Telkomsel, ada XL dan Indosat yang juga tidak memiliki kanal berdampingan di rentang frekuensi yang saat ini masih digunakan untuk teknologi 2G tersebut. 

Ditambahkannya, Telkomsel saat ini memiliki frekuensi sebesar 22,5MHz di spektrum 1.800MHz. Operator lain seperti Indosat memiliki frekuensi 20MHz, Hutchison 3 Indonesia (3) sebesar 10MHz, dan XL Axiata mendapat 22,5MHz. Dari lebar yang dimiliki tersebut, blok Telkomsel terpisah jadi empat, Indosat dan XL terpisah dua, hanya Tri yang memiliki kanal berdampingan di frekuensi itu. "Sebaiknya ditata ulang dulu. Kalau tidak, posisi Telkomsel dan operator lain tidak adil," kata Ivan.

Mengenai permintaan tata ulang, Telkomsel mengaku sudah menyampaikan hal ini kepada Badan regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). BRTI sendiri saat ini sedang menyelesaikan penataan kembali di 2,1 GHz paska penetapan XL mendapatkan 3 blok di 8, 9 dan 10 setelah resmi merger dengan AXIS. Dua blok 11 dan 12 akan segera dilelang. Selain itu, nampaknya perpindahan Smart Telecom dari 1900 MHz ke 2,3 GHz akan lebih didahulukan karena ketentuan kebijakan Rancangan Peraturan Menteri mengenai hal tersebut sudah diujipublikan.