MAJALAH ICT – Jakarta. Pembangunan sektor Komunikasi dan Informatika masih jauh dari harapan masyarakat. Program Kewajiban Pelayanan Umum (USO) yang bermasalah, internet yang lelet dan belum menjangkau semua rakyat, migrasi televisi analog ke digital yang memunculkan kontroversi hingga kebijakan pemblokiran internet yang juga menimbulkan gugatan. Meski, tidak juga dapat dipungkiri, sektor ini menjadi tambang bagi pemerintah untuk menambah pendapatan negara, yang mencapai Rp. 13,5 triliun.
Menteri Komunikasi dan Informatika, menyadari hal itu. Dalam acara kumpul-kumpul bermain futsal bersama operator telekomunikasi, Tifatul yang minggu ini akan melepas jabatannya sebagai Menkominfo mengaku telah berusaha semaksimal mungkin membesarkan industri teknologi informasi komunikasi Indonesia selama menjalankan tugasnya sejak periode 2009 hingga 2014.
"Saya merasa sudah maksimal menjalankan tugas ini. Tidak mudah jika berada dalam posisi seperti saya. Saya rasa, yang akan menggantikan saya pun akan merasakan hal yang sama nantinya," tangap Tifatul. Ditambahkanya, program yang ia rancang selama menjabat sebagai Menkominfo, tak lain untuk membuat terkoneksinya masyarakat dengan informasi.
Ditambahkannya, program-program yang sudah dilaksanakannya tingkat realisasinya diklaim mencapai angka 95%. "Saya juga berusaha menjaga kondisi industri agar tetap sehat, ditengah tekanan keuangan yang dialami para operator. Saya harapkan ke depannya industri teknologi informasi dan komunikasi ke depan tetap tumbuh," harap Tifatul.

















