Search
Selasa 20 Januari 2026
  • :
  • :

Tips Mudah Bedakan Ponsel Asli dan Ponsel KW atau Rakitan

MAJALAH ICT – Jakarta. Pihak Kepolisian RI beberapa hari lalu baru saja membongkar adanya sindikat penjualan ponsel rakitan atau ponsel rekondisi. Hal ini terungkap setelah Polres Jakarta Utara menggerebek sebuah rumah di Taman Grisenda, Blok C 1/7, Kapuk, Penjaringan Jakarta Utara. Menurut Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Muhammad Iqbal mengatakan, dari penggerebakan yang dilakukan, pihaknya menyita sebanyak 700 smartphone dari merek terkenal seperti, Samsung, Blackberry dan Iphone.

Tentu saja, temuan polisi ini mengkhawatir pengguna. Jangan-jangan, ponsel yang dibelinya selama ini adalah rakitan. Atau, bagi masyrakat yang ingin membeli ponsel dalam waktu dekat khawatir, jangan-jangan nanti mendapatkan ponsel KW dan bukan ponsel asli. Tenang saja, sebetulnya tidak sulit juga membedakan mana ponsel asli dan mana yang palsu.

Berikut ini kami berikan tips yang mudah-mudahan manjur agar yang mau membeli ponsel tidak dikibuli oleh sindikat penjualan ponsel rakitan yang juga melibatkan penjual-penjual ponsel di mall maupun di lingkungan dekat perumahan:

1. Pastikan ketika anda membeli ponsel mendapatkan layanan purna jual alias garansi dari distributor maupun vendor resmi ponsel. Bilamana hanya mendapatkan garansi toko, apalagi tidak mendapatkan garansi atas produk sama sekali, baiknya dihindari karena dipastikan ‘ada apa-apanya’ dengan produk tersebut. Dari pantauan Majalah ICT, biasanya yang hanya memberikan garansi toko atau tidak sama sekali adalah produk ilegal yang beredar secara ‘black market’ maupun memang ponsel rekondisi.

2. Pastikan di balik baterai produk, ada sertifikasi yang sudah dikeluarkan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Bila sempat, cek apakah nomor stiker sertifikasi sesuai dengan jenis produk ke situs http://www.postel.go.id/sertifikasi/index.php?0301. Bilamana tidak sesuai, maka dipastikan produk adalah palsu.

3. Ketika membeli, cek semua aksesoris ponsel, apakah sesuai dengan merk yang kita beli atau berbeda. Cek juga fitus sistem ponsel apakah bekerja secara normal atau tidak, seperti bluetooth, GPS, kamera, WiFi maupun layar yang tidak cacat. Ponsel rakitan biasanya dijual dengan harga agak miring, dan untuk ‘memiringkan’ kan harga agar murah, fitur ponsel adalah yang paling sering diganti atau tidak dipasang.

4. Sebelum membeli, baiknya cek dulu harga ponsel yang dimaksud melalui situs-situs jual beli online. Produk yang selisih jualnya sangat tinggi, dimana dijual dengan banting harga, patut dicurigai karena biasanya selisih antar toko dalam menjual ponsel tidak lebih dari Rp. 200 ribuan. Kecuali, penjualan dilakukan di masa promo, jual paket (bundling) atau tawaran khusus pengguna kartu kredit.