Search
Selasa 16 April 2024
  • :
  • :

TKDN Belum Jelas, Vendor Belum Bisa Produksi Alat LTE-TD

MAJALAH ICT – Jakarta. Vendor WiMax mengaku belum siap menyediakan perangkat LTE-TD di pita 2,3 GHz karena belum jelasnya regulasi mengenai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

Sylvia W. Sumarlin, pemilik Xirca Dama Persada-vendor telekomunikasi lokal– mengaku vendor belum menyiapkan perangkat LTE dikarenakan masih ada sejumlah ketidak pastian

Ketidakpastian yang dimaksud adalah masih belum pastinya regulasi LTE, terutama pita frekuensi yang akan digunakan. "Vendor juga masih menunggu apakah perangkat LTE-TD juga dikenai tingkat kandungan lokal, dan besarnya apakah sama dengan perangkat WiMax," kata Sylvia.

Dia menuturkan vendor dalam menyiapkan sebuah perangkat dengan teknologi tertentu dan bergerak pada frekuensi tertentu memerlukan waktu maksimal satu tahun, tidak bisa langsung jadi.

"Saat ini BTS untuk WiMax yang sudah diproduksi vendor merupakan jenis hybrid, artinya bisa langsung dipakai untuk WiMax atau pun LTE TD di frekuensi 2,3 GHz Jadi sangat diperlukan kepastian dari pemerintah untuk membantu industri lokal," tegasnya.

Sebelumnya, Duta Sarosa, Deputy Chief Executive Officer of PT Berca Global Access, mengatakan saat ini belum banyak vendor yang siap memproduksi base transceiver station (BTS) dan customer premises equipment (CPE) bagi teknologi LTE TD sehingga pihaknya masih terus jalan dengan teknologi yang ada sekarang.

"Kami pasti melangkah ke teknologi berikutnya, hanya saja kita realistis menunggu kesiapan ekosistem pendukung teknologi tersebut di Indonesia," ujarnya.

Duta menuturkan untuk melangkah ke teknologi selanjutnya memang butuh penggantian BTS dan CPE baru sehingga layanan perlu dihentikan.