MAJALAH ICT – Jakarta. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (Tower Bersama), perusahaan yang bergerak di bidang penyewaan menara telekomunikasi membukukan pendapatan di kuartal I atau Q1 2014 ini sebanyak Rp. 781 miliar. Pendapatan ini meningkat 26,5 % dibanding kuartal yang sama tahun sebelumnya.
Sementara untuk EBITDA, Tower Bersama, meraih pendapatan Rp641 miliar untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2014. EBITDA meningkat 26,6% jika dibandingkan dengan Q1-2013.
Hingga akhir Maret 2014, total pinjaman perseroan, adalah sebesar Rp12,057 triliun dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp.8,199 triliun.
Pemegang saham di Tower Bersama beberapa waktu lalu baru saja terjadi perubahan. PT Indosat Tbk. (Indosat) telah menjual seluruh saham-saham miliknya di Tower Bersama, sebanyak 239.826.310 lembar saham, yang merupakan 5% dari modal ditempatkan dan disetor TBIG melalui suatu accelerated book-built kepada sejumlah investor institusional, dengan Merrill Lynch (Singapore) Pte. Ltd. bertindak sebagai sole placement agent dan CLSA Singapore Pte Ltd sebagai co-lead manager, dengan harga penjualan Rp.5.800,-per saham.
"Penjualan ini merupakan bagian dari strategi pendanaan perusahaan untuk tahun 2014 untuk mengoptimalkan struktur permodalan perusahaan”, ujar Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat.
Nilai dari transaksi ini adalah sekitar Rp. 1.390.992.598.000,- sebelum komisi dan biaya-biaya. Penyelesaian dari transaksi ini adalah pada 19 Maret 2014. Setelah penyelesaian tersebut, Indosat tidak lagi memiliki saham di Tower Bersama.

















