Search
Selasa 20 Januari 2026
  • :
  • :

Untuk Bayar Utang, Indosat akan Terbitkan Obligasi Rp. 7,5 Triliun

MAJALAH ICT – Jakarta. PT Indosat Tbk berencana menerbitan obligasi senilai Rp 7,5 triliun atau 650 juta dolar AS di awal tahun depan. Rencana merupakan strategi Indosat untuk refinancing pembayaran utang jangka menengah. Menurut Chief Executive Officer PT Indosat Tbk Alexander Rusli, obligasi baru diterbitkan tahun depan karena tahun ini Indosat masih sibuk dengan pembiayaan kembali, termasuk perpanjangan pinjaman dengan Bank Mandiri, BCA, dan BNI.

"Tahun depan akan besar, tidak akan gunakan bank loan sehingga pasti obligasi. Tahun depan masih tahun investasi. Tadi meminjam BNI, nilainya Rp 700 miliar," ungkap Alex. Ditambahkannya, sampai kuartal tiga tahun ini,tidak ada upaya strategis dan baru untuk pembayaran utang. "Tidak ada yang menarik tahun ini.S ampai saat ini hanya memperpanjang rekening loan," tuturnya.

PT Indosat, dalam laporan keuangan tahun terakhir, sepanjang 2013 merugi hingga sebesar Rp. 2,78 triliun. Ini berarti terjadi perubahan hingga -841,7% dibanding 2012. Secara pendapatan, sesungguhnya Indosat meningkat 6,4% dari 2012, menjadi Rp. 23,855 triliun, dari sebelumnya Rp. 22,418 triliun. Namun begitu, beban usaha meningkat 16,2% di 2013 ini hingga menjadi Rp. 22,345 triliun. Sementara beban lain-lain sebesar Rp. 4,84 triliun. Kondisi keuangan yang laba usahanya Rp. 1,509 triliun diperparah dengan rugi selisih kurs yang mencapai Rp. 2,786 triliun. Kondisi Indosat saat ini juga harus menghadapi hutang sebesar Rp. 23,93 triliun. Dengan kewajiban sewa pembiayaan sebesar Rp. 3,94 triliun.

Dari laporan keuangan Indosat tersebut, menurut Moody’s Investors Service, lembaga pemeringkat rating dan layanan investasi, performansi Indonesia lebih lemah dari yang diharapkan. Dan dalam analisisnya Moody pun menginventarisir penyebab kerugian Indosat.

Seperti disampaikan Nidhi Dhruv, Assistan VP di Moody’s yang juga Lead Analis untuk Indosat, masalah pembayaran biaya urusan hukum terhadap kasus PT Indosat Mega Media, termasuk juga biaya pemeliharaan, pendapat dari interkoneksi, serta biaya personal menjadi penyebab Indosat merugi.   

"Peningkatan Capex untuk modernisasi jaringan dan refarming spektrum frekuensi akan makin memperlemah cash flow Indosat dalam 1-2 tahun ke depan," kata Dhruv, sebagaimana dikutip dari laman moodys.com.