MAJALAH ICT – Jakarta. PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) mendapat keuntungan bersih Rp. 3,65 triliun untuk kuartal pertama (Q1-2014) ini. Pendapatan ini meningkat 5% dibanding tahun lalu, dimana untuk YoY periode Januari-Maret 2013, Telkom meraih keuntungan sebesar Rp. 3,48 triliun. Telkom sendiri akan melakukan conference call pada Selasa 29 April pukul 16:00.
Untuk kinerja 2013, Telkom sendiri mampu bagi-bagi dividen hingga Rp. 9,9 triliun. "RUPS PT Telkom menyetujui pembagian dividen Rp.9,9 triliun dengan peningkatan 19 persen," papar Dirut PT Telkom Tbk, Arief Yahya.
Menurut Arief, dividen tersebut setara dengan Rp.102,3 per lembar saham atau sekitar 4,5% dari harga saham senilai Rp2.260 per 3 April 2014. Perseroan akan membagikan dalam bentuk deviden tunai reguler dan spesial.
Ditambahkannya, dividen berasal dari pendapatan konsolidasi yang pertumbuhannya 7,5% menjadi Rp.82,9 triliun. Sedangkan laba bersih tercatat Rp.14,2 triliun atau tumbuh 10,5% dibandingkan 2013. Dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya, EBITDA tercatat tumbuh 8,6% menjadi Rp.43,6 triliun. "Kemungkinan ini merupakan dividen tertinggi di BUMN," yakinnya.
Namun kelihatannya, bukan cuma BUMN, mungkin ini merupakan dividen tertinggi di sektor telekomunikasi. Hal ini wajar mengingat kebijakan pemerintah sangat begitu memproteksi BUMN telekomunikasi ini dimana pemerintah RI memiliki lebih dari 51% saham.

















