MAJALAH ICT – Jakarta. Menyambut perhelatan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada 9 Juli mendatang, tiap pasangan calon menggandeng musisi untuk menyuarakan kepentingan kandidat, agar kandidat tersebut dapat dipilih oleh rakyat. Namun alih-alih mendapat simpati masyarakat, video yang diunggah Ahmad Dhani justru menjadi pemberitaan internasional.
Sesungguhnya bukan soal calon presiden dan wapres yang diusungnya, Prabowo-Hatta, namun lambang-lambang yang idbawa dalam video disorot karena mengobarkan semangat NAZI dalam politik di Indonesia. Seperti dilaporkan TIME, kelompok skinhead NAZI dibawa dalam rana politik Indonesia.
Video kampanye pencalonan Prabowo-Hatta yang dibuat Dhani disebut sebagai kampanye paling buruk oleh majalah Time. Soal video tersebut tertuang dalam artikel Time yang ditulis Yenny Kwok itu berjudul "This Indonesian Nazi Video Is One of the Worst Pieces of Political Campaigning Ever".
Situs majalah Jerman, Der Spiegel, menyoroti pemakaian kostum mirip seragam Himmler oleh Ahmad Dhani dalam video Prabowo-Hatta: We Will Rock You. Seragam Dhani yang merupakan Tim Pendukung Prabowo-Hatta, disebut oleh situs itu, kostum yang digunakannya mirip seragam petinggi Nazi, Heinrich Himmler. Untuk lagunya sendiri, Dhani pernah mengaku belum meminta ijin untuk diobrak-abrik kata-katanya.
Dalam tulisan berjudul "Indonesien: Wahlkampf in Himmlers SS-Uniform", Spiegel menulis simbol rezim Nazi ini terlihat sengaja dipakai di Indonesia untuk mempertontonkan kekuatan militer dan efisiensi pemerintahan.

















