Search
Rabu 21 Februari 2024
  • :
  • :

Wamenkominfo Dorong Kebijakan Afirmatif Sektor Penyiaran

MAJALAH ICT – Jakarta. Peran perempuan di sektor penyiaran cenderung meningkat dalam satu dekade terakhir. Sebagai produsen, partisipasi kaum perempuan mencapai 49% dalam produksi penyiaran yang termasuk dalam industri media dan hiburan. Sementara sebagai konsumen atau penonton, kalangan perempuan jauh lebih banyak.

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria menyatakan perhatian atas keberadaan perempuan di industri media dan hiburan nasional.

“Pengalaman saya di industri media hampir 25 tahun, setiap kali rekrutmen 15 tahun terakhir itu paling tidak hampir separuhnya kekuatan-kekuatan produksi di ruang redaksi media itu diisi oleh kaum perempuan, ini menurut saya satu gejala yang cukup menarik,” ungkapnya

Menurut Wamenkominfo kebijakan afirmatif diperlukan untuk memfasilitasi dan mendorong perempuan agar mampu mengembangkan karir sampai puncak.

“Masalahnya (perempuan) tidak bertahan sampai level atas. Begitu berkeluarga biasanya cuti, mengasuh anak. Jadi ada pause sekitar dua tahun, tiga tahun, yang membuat laju karirnya agak melambat. Kaum perempuan lebih banyak di mid-level dan di low-level. Itu juga saya kira salah satu alasan yang natural tetapi harus ada semacam kebijakan afirmatif,” jelasnya.

Kebijakan afirmatif itu bukan hanya diberikan kepada perempuan, tetapi juga untuk lelaki. Wamen Nezar Patria menyodorkan alternatif jika cuti melahirkan tidak hanya diberikan kepada perempuan, tapi juga laki-laki.

“Supaya bisa bagi tugas kalau ada 6 bulan itu ya 3 bulan laki-laki di rumah, 3 bulan ibu-ibu bisa bekerja di perusahaan. Nah ini juga di sejumlah negara mulai diterapkan,” ungkapnya.

Wamenkominfo menyontohkan fenomena aging society di negara maju. Ketika rata-rata orang menikah pada umur 40-an sehingga berdampak pada penurunan populasi. “Aging society terjadi juga di Jepang saat ini, lalu juga beberapa negara Eropa,” ujarnya.

Menurut Wamen Nezar Patria, saat ini di Indonesia komposisi usia muda itu yang paling banyak dan pada Tahun 2030 sampai 2045, Indonesia memiliki 60% lapisan masyarakat berusia antara 17 sampai 45 tahun. Oleh karena itu, diperlukan kerja bersama dalam memanfaatkan bonus demografi untuk kemajuan bangsa, termasuk dalam sektor penyiaran. “Ini adalah satu berkah demografi yang harus kita tanggapi,” tandasnya.

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *