Search
Kamis 30 Mei 2024
  • :
  • :

Wikileaks Belum Diblokir Karena SBY Belum Mengadu ke Kementerian Kominfo

MAJALAH ICT – Jakarta. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono nampaknya geram dengan situs Wikileaks yang menyebutnya terlibat korupsi dalam kasus pencetakan uang plastik di Australia, yang terjadi pada 1999. Karena itu, SBY meminta agar kasus ini diungkap sejelas mungkin. Meski demikian belum ada perintah dari orang nomor satu Indonesia ini untuk memblokir situs Wikileaks. Dan karena belum ada permintaan, maka situs Wikileaks pun belum dapat diblokir.

Menurut Kepala Pusat Informasi dan Humas Kominfo Ismail Cawidu, dalam kasus wikileaks, Presiden SBY hanya hanya meminta klarifikasi kepada Australia mengenai pemberitaan tersebut. Untuk meblokir, katanya, Kominfo menunggu laporan pengaduan terlebih dahulu. "Selama tidak ada laporan atau pengaduan, maka kami tidak akan memblokir," kata Ismail.

Dijelaskannya, berdasar Peraturan Menteri Kominfo nomor 19 tahun 2014 mengenai penanganan konten negatif memang baru dikeluarkan pada 19 Juli lalu. Peraturan menteri itu mengatur, salah satunya, bahwa pemerintah berhak memblokir situs yang dianggap melanggar. "Tata cara pemblokiran, sudah diatur dengan peraturan menteri dan pengadu turut menyertakan bukti konten negatif tersebut," ujarnya.

Setelah menerima pengaduan, Kominfo tidak serta langsung memblokir, melainkan akan klarifikasi dulu bukti pengaduan. Bila itu benar, maka dijadikan list di TRUST+, setelah itu langsung mengirim surat ke Internet Service Provider (ISP). "Untuk konten yang menyangkut kekerasan pada anak akan langsung diblokir, tanpa harus adanya pengaduan. Untuk mengadu, masyarakat bisa melakukan pelaporan melalui aduankonten@mail.kominfo.go.id, dengan menyertakan nama domain, jenis pelanggarannya," ucap Ismail.