Search
Minggu 16 Juni 2024
  • :
  • :

Wmotion Dukung Proses Transformasi Digital Lewat Aplikasi Mobile untuk Industri Vertikal

MAJALAH ICT – Jakarta. Wmotion, vertical solutions provider (VSP) dari PT Wahana Cipta Sinatria (WCS) sejak Desember 2016 lalu, semakin memperkuat terobosan transformasi digital di Indonesia. Perusahaan yang berfokus pada penawaran hosting aplikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri masing-masing klien di pasar vertikal. Dengan memanfaatkan Dynamics 365, Wmotion berhasil mengembangkan aplikasi mobile bagi lima industri vertikal sekaligus.

Adapun industri yang terlibat meliputi industri kontraktor dengan aplikasi Project Information Management System (PIMS), peternakan dengan Livestock Information Management System (LIMS), akademis dengan Student Information Management System (SIMS), properti dengan Real Estate Developer System (REDS), dan kuliner dengan Restaurant Order Taking System (ROTS). Hadirnya aplikasi-aplikasi mobile ini memungkinkan Dynamics 365 untuk turut digunakan oleh tim yang bekerja di area front-end (sales dan marketing) dan middle-end (field operation), bukan hanya back-end (finance, human resource, dan procurement) seperti yang selama ini terjadi.

Ariyandi Chaniago, Business Lead, PT Wmotion Digitalindo Teknologi, mengatakan, “Kita tengah hidup dalam era pasar persaingan terbuka yang mengharuskan organisasi untuk beradaptasi dengan kecepatan dinamika pelanggan. Produktivitas, yang didukung dengan mobilitas, merupakan kunci agar organisasi dapat menjaga daya saing mereka. Oleh karena itu, kami di Wmotion berusaha menghadirkan sebuah solusi yang dapat mendorong sistem kerja mobile organisasi.”

Dalam sebuah studi mengenai New World of Work (NWoW) yang Microsoft lakukan pada 2016 lalu, sebanyak 92% pekerja di Indonesia telah memposisikan diri sebagai mobile workers. Akan tetapi, hanya 29% di antaranya yang telah merasa terfasilitasi untuk menjadi mobile workers. Fakta ini semakin menegaskan harapan Wmotion akan terwujudnya suatu sistem kerja mobile yang menyeluruh di Indonesia.

Meskipun aplikasi mobile membantu para pelaku usaha dalam menjawab kebutuhan pelanggan dengan lebih cepat, proses pengimplementasian sistem baru ini bukanlah tanpa tantangan. “Salah satu tantangan terbesar dalam meyakinkan organisasi-organisasi di Indonesia untuk mulai menggunakan aplikasi mobile adalah kurangnya dukungan dari jajaran yang lebih tinggi dalam organisasi itu sendiri. Dewan direksi dan kepemimpinan eksekutif memainkan peranan yang begitu vital dalam menetapkan kerangka transformasi digital organisasi karena mereka lah pembuat strategi, pengambil keputusan, dan influencer internal terkuat. Jika semua pihak dapat sepakat dan bersinergi, baik pelaku usaha maupun pelanggan dapat memperoleh manfaat terbaik dari transformasi digital,” tutup Ariyandi.