MAJALAH ICT – Jakarta. PT XL Axiata Tbk (XL) mencetak rugi sepanjang semester pertama tahun ini. Kerugian disinyalir diakibatkan dengan melonjaknya sejumlah beban perseroan. Dari laporan keuangan perusahaan, tercatat rugi bersih XL mencapai Rp.482,52 miliar. Angka tersebut tentu saja cukup menekan perusahaan mengingat pada periode sebelumnya mencetak laba bersih Rp. 670,43 miliar.
Dari segi pendapatan XL pada semester I/2014, sebenarnya naik 12,21% menjadi Rp.11,55 triliun dari Rp.10,29 triliun pada semester I/2013. Namun, beban perseroan juga naik lebih tinggi yakni 23,26% menjadi Rp.11,13 trilun dari Rp.9,03 triliun. Walhasil, laba usaha turun tajam 66,83% menjadi Rp.416,76 miliar dari Rp.1,26 triliun.
Dilaporkan, beban terbesar diperoleh dari beban infrastruktur yang naik 43,04% menjadi Rp.4,02 triliun. Selanjutnya, beban penyusutan sebesar Rp.3,02 triliun, naik 13,43%. Hal ini diperpraha dengan lonjakan kerugian selisih kurs sebesar 357,2% menjadi Rp.516,09 miliar dari Rp.112,88 miliar, dan lonjakan beban amortisasi sebesar 371,66% menjadi Rp.251,3 miliar dari Rp.53,28 miliar.
Selain itu, ada juga kenaikan beban keuangan sebesar 114,53% menjadi Rp.951,3 miliar dari Rp.443,44 miliar. Adanya rugi bersih pengendalian bersama entitas sebesar Rp.44,37 miliar juga ikut menggerus laba bersih perusahaan yang baru saja merampungkan pembelian operator telekomunikasi PT Axis Telekom Indonesia ini.

















