Search
Minggu 14 April 2024
  • :
  • :

XL Bersama Rumah Wakaf Inisiasi Pembangunan Jembatan Desa

MAJALAH ICT – Jakarta. PT XL Axiata Tbk (XL) bekerjasama dengan Rumah Wakaf menginisiasi pembangunan sebuah jembatan desa di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Jembatan yang dibangun di atas Sungai Cianten ini sangat dibutuhkan oleh warga sekitar untuk mendukung aktivitas mereka. Setidaknya ada lima desa yang akan terbantu dengan adanya jembatan permanen ini. Peletakan batu pertama dilakukan di dusun Cianten Wates,  Desa Cigawir, Kecamatan Selawi, Kabupaten Garut. Hadir dalam acara ini, Vice President XL Central Region – Nuruddin Al Fithroh, Direktur Rumah Wakaf Indonesia – Reno Wisnu Sugiarto, Ketua Majelis Taklim  XL – Fery Firman, Camat Selawi – Drs. Anwar, serta Lurah Desa Cigawir – Rahmat.

Nuruddin Al Fitroh mengatakan, "Alhamdulillah, suatu kebanggaan tersendiri bagi XL bisa berkontribusi secara riil dalam pembangunan jembatan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat desa-desa di Kecamatan Cigawir ini. Kami berharap, jembatan ini nanti akan bisa membatu warga dalam menjalankan berbagai aktivitas, terutama pembangunan dan perekonomian. Ibarat layanan seluler, jembatan juga akan menjadi faktor penentu kemajuan suatu kawasan yang sebelumnya terisolir.”  

Nurudin menambahkan, jumlah dana untuk membangun jembatan berkonstruksi composite Baja Beton (Rangka Baja Lantai Beton) ini sekitar Rp 182.860.000. Selain menggunakan dana internal perusahaan, XL juga akan mengajak partisipasi masyarakat, melalui program SMS Donasi Wakaf. Bagi pelanggan XL yang ingin berpartisipasi dalam pembangunan jembatan ini cukup ketik “WAKAF” dan kirim ke 5000 untuk berwakaf Rp 5000 dan ke 2500 untuk berwakaf Rp 2500.

Direktur Rumah Wakaf – Reno Wisnu Sugiarto  mengatakan "Sebelumnya jembatan ini dibuat dari bambu yang sudah lapuk dan hanya bisa dilalui pejalan kaki, sedangkan untuk pengendara motor harus memutar cukup jauh. Semoga dengan dibangunnya jembatan ini akan memberi manfaat langsung terhadap perekonomian masyarakat Cianten dan Limbangan, Garut."

Jembatan baru yang sekaligus akan menghubungkan Kecamatan Selawi dan Kecamatan Limbangan ini, berjarak 33 km dari ibu kota Garut,  bakal memiliki panjang 16 meter dan lebar 2,5 meter Pekerjaan pembangunan diperkirakan memakan waktu selama 45 hari ke depan. Dengan demikian, pada awal tahun 2014 sudah dapat digunakan oleh masyarakat baik pejalan kaki, pengendara motor dan juga mobil dalam ukuran kecil (angkutan pedesaan). Koordinasi dengan dinas terkait pemerintah daerah setempat juga dilakukan dalam hal standarisasi kualitas jembatan.

Sungai Cianten di Desa Cigawir ini memisahkan lima desa tertinggal dengan pusat kota kecamatan Limbangan, yaitu Desa Cigawir, Desa Putra Jawa, Desa Ciwangi, Desa Pasir Waru, dan Desa Pasir Astana. Akibatnya masyarakat desa-desa tersebut terhambat akses ke pusat perekonomian dan fasilitas sosial lainnya, seperti pasar, sekolah, juga rumah sakit, yang semuanya ada di kota kecamatan. Untuk bisa menuju kota kecamatan terdekat, mereka harus berputar melalui jalan desa (sebagian belum diaspal) dengan jarak lebih jauh dan waktu tempuh yang lebih lama. Dengan adanya jembatan baru, maka waktu tempuh ke kota kecamatan yang semula lebih dari 1 jam hanya menjadi sekitar 15 menit. Dari tadinya ongkos ojek Rp 20 ribu menjadi Rp 5 ribu.