Search
Kamis 23 Mei 2024
  • :
  • :

XL Mulai Monetisasi OTT yang Lewat Jaringannya

MAJALAH ICT – Jakarta. Pembelian Facebook terhadap WhatsApp begitu mencengangkan, 19 miliar dolar AS. Penyedia OTT yang bergelimbang duit, berbeda 180 derajat dengan penyelenggara jaringan telekomunikasi Indonesia yang saat ini sebagai besar merugi. Untuk mensiasati hal tersebut, XL Axiata punya cara baru menghadapinya.

Seperti disampaikan Revie Sylviana Andriana Dewi, Senior GM Digital Entertainment, Xl akan mulai memonetisasi sejumlah OTT yang melewati jaringannya. Ini artinya, XL mulai minta jatah kepada OTT atau aplikasi asing yang melewati jaringannya. "XL mulai minta kepada OTT untuk men-sharing cost untuk infrastruktur, dan OTT bersedia membayarnya, di antaranya berupa cost notifikasi ke pelanggan," ungkapnya.

Dijelaskan Revie, monetisasi juga bisa berupa jatah penjualan stiker, ada juga berupa sejumlah OTT mulai menyediakan ruang di platform-nya untuk keperluan marketing XL. Revie mengatakan jatah dari OTT juga bisa didapat dari volume penggunaannya.

Sementara itu, VP Digital Services Delivery XL Yessie D Yosetya mengatakan, nilai bisnis konten seluler pada tahun ini secara global akan mencapai 575 miliar dolar AS, sedangkan khusus di Indonesia, nilainya tahun ini akan menyentuh Rp 10 triliun.

"Tren digital naik karena adanya emerging market. XL merupakan operator pertama di Asia Tenggara yang mengenalkan pembelian konten lewat berbagai cara. XL merupakan operator pertama yang merilis e-M2M, launch mobile money interoperability dengan Telkomsel dan Indosat, serta mengenalkan pembelian konten lewat ritel modern seperti Carrefour dan Alfamart," ungkapnya.

Direktur Digital Services XL Dian Siswarini mengemukakan, OTT tidak peduli dengan struktur biaya yang dikeluarkan operator membangun jaringan.  "OTT tidak peduli dan memikirkan operator. Operator diminta OTT kasih jalan gratis, itu tak masuk akal. Operator harus mendapatkan keuntungan dari pemakaian OTT di dalam network mereka," ujarnya. XL sendiri telah melihat peluang monetisasi layanan OTT yang melalui jaringannya, di antaranya dengan sharing cost jaringan.