Search
Kamis 23 Mei 2024
  • :
  • :

XL Raih Pinjaman dari Induk Usaha untuk Matangkan Akuisisi AXIS

MAJALAH ICT – Jakarta. Untuk memuluskan proses akuisisi PT AXIS Telekom Indonesia, PT XL Axiata (XL) meraih pinjaman dari Axiata Group Berhard senilai US$500 juta. Fasilitas pinjaman telah ditandatangani beberapa hari lalu.

Pinjaman itu senilai dengan Rp. 5,8 triliun. Nilai transaksi tersebut sekitar 38% dari ekuitas perseroan. "Dananya digunakan untuk mengambilalih 95% saham PT Axis Telekom Indonesia," kata Direktur Utama XL Hasnul Suhaimi.  Dijelaskan Hasnul, suku bunga yang dibebankan kepada perseroan sekitar 241% tetap (fixed) untuk tiga tahun net-off tax. 

Pelunasan pinjaman dapat dilakukan pada tahun ketiga sejak tanggal pencairan yang pertama. Kendati demikian, XL dapat melakukan pembayaran pinjaman lebih awal, baik seluruhnya atau sebagian tanpa ada biaya penalti. Pembayaran pinjaman lebih awal ini secara sebagian hanya bisa dilakukan dengan minimum nilai pokok sekitar US$100 juta dan kelipatannya, US$10 juta. Pembayaran pinjaman lebih awal tidak dapat ditarik kembali apabila Axiata atau afiliasi XL tidak lagi menguasai 51% saham XL.

Mengenai rencana penuntasan pengambilalihan saham AXIS, Hasnul belum bisa memberikan kepastian. "Kalau ada perkembangan akan dikasih info," ujarnya.

XL memberikan apresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada  Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang telah memberikan persetujuannya terhadap rencana akuisisi dan merger antara XL dan Axis Telecom Indonesia (AXIS). KPPU telah mengeluarkan pendapatnya yang menyatakan bahwa tidak terdapat kekhawatiran terjadinya praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat yang disebabkan oleh pengambilalihan saham AXIS oleh XL. Keputusan KPPU ini membawa XL semakin dekat untuk merampungkan akuisisi AXIS.

Sebelumnya, XL telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kemenkominfo) dan persetujuan pemegang saham XL melalui RUPSLB beberapa waktu yang lalu. Rencana merger XL dengan AXIS ini juga telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta tidak ada keberatan dari Bursa Efek Indonesia. Selain itu, XL dan AXIS juga telah memperoleh persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk rencana akusisi.

Direktur Utama XL Hasnul Suhaimi mengatakan, "Kami berterima kasih atas dukungan yang diberikan KPPU. Hal ini merupakan momentum penting bagi proses konsolidasi industri telekomunikasi nasional. Dengan diperolehnya restu dari KPPU tersebut, kami telah memenuhi seluruh persyaratan dari Perjanjian Jual Beli Bersyarat (CSPA) yang terkait dengan regulator. Terwujudnya merger XL-AXIS akan memberikan manfaat dan keuntungan yang besar kepada pelanggan, serta menciptakan industri telekomunikasi yang akan semakin sehat.”