Search
Sabtu 13 Juli 2024
  • :
  • :

XL Raih Pinjaman Rp. 1 Triliun

MAJALAH ICT – Jakarta. PT XL Axiata Tbk (XL) mendapatkan pinjaman baru senilai 100 juta dolar AS atau setara Rp. 1 triliun dari Standard Chartered Bank. Demikian disampaikan Murni Nurdini, Sekretaris Perusahaan XL Axiata dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesi (BEI).

Dijelaskan Murni, dana tersebut digunakan untuk keperluan modal tahunan alias annual capital expenditure (capex). Perjanjian kredit tersebut berjangka waktu tiga tahun sejak tanggal penarikan. Pada tahun ini, XL menganggarkan belanja modal Rp 8 triliun-Rp 9 triliun dimana dana sebesar 15 -20% atau sekitar Rp 1,2 – 1,8 triliun digunakan untuk modernisasi menara.

Namun, tidak disebutkan apakah dana segar dari Standard Chartered ini akan digunakan juga untuk membeli AXIS Telekom Indonesia, yang akan diakuisisinya. Sebab seperti diketahui, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah memberikan restu kedua perusahaan ini untuk konsolidasi. 

Sementara itu, di semester I 2013 ini, XL membukukan pendapatan hingga mencapai Rp. 10,29 triliun. Pendapatan ini naik 1,67% dari dari periode sama tahun 2012, yang sebesar Rp. 10,12 triliun.

Dalam laporan XL, jumlah pelanggan saat ini mencapai 54,2 juta pelanggan. Direktur Utama PT XL Axiata Tbk, Hasnul Suhaimi mengatakan, XL akan tetap fokus pada layanan data mengingat pertumbuhan penggunaan data yang dengan cepat meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan. Manajemen optimistis atas pelaung yang besar di data dan yakin akan terus meningkat di masa depan.

"Selama enam bulan tahun ini, pendapatan data memberikan kontribusi sebesar 22 persen dari total pendapatan perusahaan, dibanding 19 persen pada tahun lalu. Traffic data juga tumbuh 88 persen dengan total pelanggan data mencapai 32 juta pelanggan atau sekitar 59 persen dari total pelanggan XL," tutur Hasnul.

Namun begitu, beban infrastruktur perseroan naik menjadi Rp2,8 triliun pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp2,53 triliun. Beban interkoneksi dan beban langsungnya lainnya naik menjadi Rp1,91 triliun pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp1,25 triliun. Laba bersih per saham dilusi perseroan turun menjadi 79 pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya 171.

Sedangkan total liabilitas dan ekuitas perseroan naik menjadi Rp38,43 triliun pada semester pertama 2013 dari periode 31 Desember 2012 senilai Rp35,45 triliun. Kas dan setara kas perseroan naik menjadi Rp1,9 triliun pada semester pertama 2013 dari posisi 31 Desember 2012 senilai Rp791,80 miliar.