Search
Minggu 14 Juli 2024
  • :
  • :

Satelit Lapan A2 Siap Mengangkasa

MAJALAH ICT – Jakarta. Satelit Lapan A2 buatan Lembaga Penerbangan dan Antriksa Nasional (Lapan) yang dirakit Indonesia siap mengangkasa. Menurut rencana, pada 30 Agustus 2015 akan diterbangkan ke India untuk menjalani persiapan peluncuran yang akan dilakukan 27 September 2015.

Diungkapkan Kepala Lapan Thomas Djamaluddin, satelit Lapan A2 akan berangkat dari bandara Soekarno Hatta untuk diterbangkan ke Chennai, India, kemudian melalui jalur darat akan menuju Sriharikota, India dan ditempatkan di fasilitas pengujian satelit. Selama masa tunggu tersebut, tim teknisi Lapan yang berada di sana akan mendampingi dalam proses uji satelit. Jika ada kerusakan selama perjalanan, tim teknisi siap memperbaikinya.

Dikatakan Thomas, rencana peluncuran satelit mikro Lapan A2 atau ini memang mundur dari rencana semula di tahun 2012. "Hal ini karena menunggu satelit induk Satelit Penelitian Astronomi (Astrosat) yang juga dalam tahap penyempurnaan," katanya. Satelit Lapan A2 merupakan generasi kedua dari Lapan A1 yangd diluncurkan pada tahun 2007 dimana hingga saat ini satelit ini masih mengorbit karena target life time satelit bisa hingga enam tahun untuk beroperasi.

Dalam penjelasan mengenai Peluncuran Satelit Lapan A2 di IPB Convention Center, diungkap jua oleh Thomas bahwa Lapan A2 akan diorbitkan di ekuator dengan ketinggian 650 kilometer dari permukaan bumi. Satelit berbobot 78 kilogram ini memiliki muatan kamera video, kamera digital untuk pemantauan permukaan bumi.

"Dalam kondisi bencana, Lapan A2 juga bisa memantau daerah bencana, muatan Organisasi Radio Amatir Indonesia (Orari). Satelit ini juga dilengkapi sensor kapal. Selain untuk pemantauan kebencanaan dapat pula digunakan untuk penentuan posisi dan pulau-pulau terluar. Untuk pemantauan wilayah RI, satelit Lapan A2 membawa kamera analog dengan resolusi lima meter dan kamera digital dengan resolusi empat meter. Orbit ekuatorial yang dimiliki Lapan A2 akan memberikan keuntungan bagi Indonesia," jelasnya.

Dengan orbit yang ditentukan, katanya, maka satelit akan melintasi wilayah tanah air sebanyak 14 kali setiap hari. Mengorbit selama 98 menit. Dengan orbit ekuatorial yang sering, 1,5 jam sekali lewat dan bisa mengambil data. "Kondisi tersebut tentunya memungkinkan bagi Lapan A2 melakukan pemantauan seluruh wilayah darat dan laut Indonesia," pungkasnya.