MAJALAH ICT – Jakarta. Penggunaan QR code telah menjadi hal yang biasa dalam kehidupan digital dewasa ini. Kotak berkode yang dapat dibaca hanya dengan memindai menggunakan kamera ponsel ke kotak tersebut, dapat mengarahkan pengguna ke situs yang terkait dengan produk maupun informasi dari berita tertentu. Tapi jangan salah juga, QR code ternyata bisa diarahkan juga ke situs negatif seperti pornografi.
Inilah yang terjadi dengan produsen saos tomat Heinz. Heinz telah dipaksa untuk meminta maaf setelah QR code pada botol kecap diarahkan pelanggan ke situs pornografi. Peristiwa terjadi ketika seorang Jerman Daniel Korell melakukan scanning Q code pada botol saos tomat Heinz. Link yang seharusnya diarahkan ke sebuah situs yang berisi lebih dalam mengenai saos rempah-rempah dari rasa biasanya, ternyata dialihkan ke situs dewasa Jerman Fundorado.
Situs itu sendiri sebelumnya memang dimiliki oleh Heinz juga, namun kepemilikan Heinz atas domain berakhir pada tahun 2014 dan sejak itu telah dibeli oleh situs dewasa Jerman. Di halaman Facebook Heinz, Korell mengatakan, "Saos tomat Anda benar-benar tidak baik untuk anak di bawah umur, bahkan jika isi botol telah habis. Ini benar-benar memalukan." Korell menjelaskan bahwa dirinya mencoba memindai kode yang sama dengan beberapa ponsel yang berbeda dan mereka semua membawanya ke situs dewasa yang sama, yang menampilkan thumbnail pornografi .
Membalas pesan publik Facebook-nya, Heinz mengatakan "sangat menyesal" atas insiden itu dan akan "dengan senang hati mengambil saran Anda untuk pelaksanaan kampanye di masa depan."
Untuk mengimbangi dia, Heinz mengatakan akan membuat botol kecap dengan label yang berisi pesan yang ditentukan oleh Korrell, yang mengucapkan terima kasih perusahaan dan mengatakan "mungkin tidak membuat kerusakan permanen".

















